Tujuannya sederhana, yaitu membuat pertandingan lebih cepat, dinamis, dan lebih cocok untuk disiarkan televisi.
Sistem ini juga berlaku seragam di semua kategori: tunggal, ganda, pria maupun wanita.
Sejak diberlakukan, sistem 3x21 ini masih digunakan hingga hari ini dan diakui sebagai format resmi oleh BWF untuk semua Kejuaraan Dunia dan Olimpiade.
Upaya pengembangan sempat dilakukan kembali pada 2014 dan 2018 dengan usulan sistem 5x11 poin, tetapi belum memperoleh konsensus untuk diterapkan secara permanen.
Meski terlihat sederhana, sistem poin dalam bulu tangkis punya dampak besar terhadap strategi permainan.
Pemain harus berpikir lebih agresif dalam reli karena setiap kesalahan langsung menguntungkan lawan.
Hal ini juga membuat permainan lebih menegangkan dan atraktif bagi penonton.
Saat ini BWF masih membuka ruang diskusi dan pengujian.
Misalnya, penggunaan sistem estafet tim yang diperbarui dalam turnamen beregu campuran.
Baca Juga: Deretan Rekor Unik di Bulu Tangkis yang Perlu Anda Tahu, Ada Laga Cuma 6 Menit!
Format ini akan menggunakan sistem best-of-three (terbaik dari tiga set) hingga 45 poin.
Total poin itu dengan setiap set terdiri dari lima pertandingan, masing-masing tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran.
Versi awal sistem estafet telah diperkenalkan pada Kejuaraan Dunia Beregu Campuran Junior BWF 2024 di China.
Artikel Terkait
Taufik Hidayat Bingung Indonesia Hampa Gelar di Badminton Asia Championships 2025: Apa yang Kurang?
Badminton Lovers, Tiket Indonesia Open 2025 Masih Tersedia, Bisa Dibeli On The Spot di GBK, Ada Diskon!