KONTEKS.CO.ID - Mantan pelatih tim bulu tangkis Indonesia, Herry Iman Pierngadi alias Herry IP, menyarankan PBSI segera mempercepat proses regenerasi pemain, khususnya di sektor ganda putra.
Ia menilai, regenerasi di Indonesia tertinggal dibanding negara lain dan butuh waktu untuk membuahkan hasil.
Herry tetap optimis jika langkah ini dijalankan dengan serius, prestasi Indonesia akan kembali bersinar.
Ia juga mengapresiasi upaya PBSI yang memasangkan Fajar Alfian dengan Muhammad Shohibul Fikri sebagai salah satu bentuk terobosan.
“Menurut saya itu keputusan yang bagus, apalagi Daniel sedang cedera dan belum bisa bermain,” ujar Herry dalam wawancara bersama RRI, Senin, 9 Juni 2025.
Baca Juga: Ganda Putra Terbaru Cipayung, PBSI Duetkan Fajar-Fikri dan Bakal Debut di Tur Asia
Ia menambahkan langkah itu penting agar Fikri tetap terjaga ritme bertandingnya.
Herry yang kini melatih tim ganda putra Malaysia tidak mempermasalahkan kritikan dari publik Indonesia atas kepindahannya.
Ia menekankan di mana pun bekerja, tanggung jawab dan tekanan pasti ada.
Menurutnya, sektor ganda putra Indonesia mulai kehilangan taji setelah mundurnya pasangan Minions dan The Daddies.
Baca Juga: Indonesia 'Buang' Herry IP, Ganda Putra Malaysia: Kami Bersyukur!
Kini hanya tinggal Fajar yang bisa diandalkan, sementara pasangannya masih terkendala cedera.
"Setelah itu belum ada pasangan yang benar-benar mampu bersaing di level atas," ungkap Herry.
Ia membandingkan dengan Malaysia yang saat ini memiliki banyak pilihan pemain muda berbakat di ganda putra.
Artikel Terkait
Evaluasi Pelatih Ganda Putra PBSI: Ini yang Harus Diperbaiki Leo-Bagas dan Fajar-Rian
Pasar Shuttlecock Bulu Tangkis DiprediksiĀ Tembus Rp19,5 Triliun pada 2032