KONTEKS.CO.ID - Olahraga badminton sudah mendarah-daging bagi masyarakat Indonesia. Permainan yang selalu dimainkan dari perkotaan hingga wilayah pelosok layaknya sepak bola.
Tingginya minat terhadap bulu tangkis juga menumbuhkan kelahiran komunitas badminton di seluruh Tanah Air. Dan ini disambut baik oleh Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI).
PP PBSI menegaskan dukungannya terhadap kian tumbuh kembangnya komunitas badminton di tengah masyarakat.
Baca Juga: Kejagung Tahan 7 Tersangka Korupsi Tata Kelola Minyak, Termasuk Dirut Pertamina Patra Niaga
Salah satunya, Mabar Bulutangkis Community (MBC). Komunitas ini sejak pandemi terus berlatih olahraga tepok bulu.
Anggota komunitasnya bermain di Jakarta Utara seperti di Candi Badminton, Mansion Sport Box Sunter, Magna Sport Hall, dan Replay.
Komunitas dengan lebih dari 30.000 follower di Instagram ini, telah mengembangkan mekanisme menghubungkan para pecinta badminton untuk dapat menemukan teman main bareng yang bahkan tidak saling mengenal. Mekanisme ini telah berlangsung sejak tahun 2021.
Baca Juga: Penting Bagi Pebulu Tangkis Pemula, Panduan Cara Memilih Kok yang Sesuai Kebutuhan
"Semangat yang sama ditunjukkan oleh komunitas badmintonkuy, yang berdiri semenjak tahun 2022. Komunitas ini memiliki pemain aktif sebanyak 2.400 pemain se-Jadetabek,” ungkap Devie Rahmawati, Kasubid Pengembangan Komunitas PBSI dalam keterangannya, Senin 24 Februari 2025.
“Mabar komunitas itu biasanya kami sesuaikan dengan durasi dan jumlah lapangannya. Dalam durasi 3 jam, kami biasanya bikin kuota 9 x jumlah lapangan yang disewa," kata Verri, Founder Mabar Bulutangkisyuk Community.
Sedangkan untuk durasi 2 jam, mereka biasanya membuat kuota 8 x jumlah lapangan. Para pemain di komunitas biasanya mainnya berkeliling, pindah-pindah komunitas.
Baca Juga: Polisi Tahan Kades Kohod Terkait Pemalsuan Dokumen SHGB-SHM Pagar Laut Tangerang
Ada pemain yang dalam 1 pekan main di 3 komunitas berbeda. "Komunitas kami sendiri, dalam seminggu, tiga kali," ujarnya.
“Kami rata-rata bermain 3-4 kali dalam seminggu. Terbesar di Depok, mencapai 400 orang anggota komunitas. Kami bermula saat COVID, cari-cari tempat dan teman. Lama-lama rame pesertanya, karena aktif di media sosial, akhirnya bikin komunitas. Kami memang sering mengadakan acara ala-ala badminton kaum jomblo, acara lucu-lucuan, dimana yang cowo dan cewe single pada open mabar,” seru Meimei, Founder dari Badmintonkuy.id, yang memiliki pengikut lebih dari 11.000 di media sosial.
Menanggapi fenomena berkembangnya komunitas badminton, Sekjen PP PBSI Ricky Soebagdja menyatakan sangat mengapresiasi semangat para komunitas yang terus aktif bermain badminton.
Baca Juga: MK Putuskan Pilkada Ulang di Boven Digoel
Inisiatif seperti ini tidak hanya meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap olahraga badminton. Tetapi juga memperkuat ekosistem bulutangkis di Indonesia.
"PBSI siap mendukung kegiatan komunitas yang membantu regenerasi dan pembinaan atlet dari berbagai lapisan masyarakat," janjinya. ***
Artikel Terkait
PBSI Ajak Masyarakat Gabung Komunitas, Bisa Main Bulu Tangkis Bareng Atlet di Pelatnas
PP PBSI Kirim Pemain Muda ke Turnamen Dunia: 24 Wakil Indonesia Mentas di Thailand Masters 2025
Indonesia Hanya Raih 1 Gelar di Thailand Masters dari 4 Turnamen Bulu Tangkis Dunia, Begini Hasil Evaluasi PBSI
Taufik Hidayat Bicara Soal Dampak Efisiensi Anggaran Bagi Bulu Tangkis Indonesia
Ester Nurumi Tri Wardoyo Comeback, Siap Tunjukkan Prestasi di Bulu Tangkis Dunia