nasional

Menag Bicara Ekoteologi di Mesir: Merusak Lingkungan Menyimpang dari Tujuan Ibadah

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:32 WIB
Menteri Agama, Nasaruddin Umar bicara ekoteologi di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir (Foto: dok. Kemenag)

 

KONTEKS.CO.ID - Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa krisis lingkungan hidup merupakan persoalan moral dan keagamaan yang tidak bisa dilepaskan dari praktik ibadah umat beragama.

Penegasan itu disampaikan saat menjadi pembicara dalam Seminar Internasional Fikih Lingkungan (Ekoteologi) di Al-Azhar Conference Center, Kairo, Mesir.

“Dalam perspektif Islam, bumi bukanlah milik mutlak manusia, melainkan titipan Ilahi yang harus dijaga keseimbangannya. Karena itu, setiap aktivitas yang merusak lingkungan sejatinya telah menyimpang dari tujuan ibadah dan hakikat pembangunan peradaban,” ujar Menag, melansir laman resmi Kemenag, Rabu, 21 Januari 2026.

Baca Juga: Menag Terbang ke Mesir Diutus Prabowo, Mau Lobi Al-Azhar Buka Cabang di Indonesia

Menurut Menag, konsep ekoteologi menjadi fondasi strategis untuk membangun kesadaran kolektif umat Islam dalam menjaga kelestarian alam.

Ia menekankan bahwa relasi manusia dengan lingkungan harus diletakkan dalam kerangka amanah dan tanggung jawab moral.

“Ekoteologi mengajarkan bahwa relasi manusia dan lingkungan harus dibangun di atas prinsip amanah, tanggung jawab moral, dan keseimbangan,” lanjutnya.

Pemicu Kerusakan Lingkungan

Menag juga menyoroti kecenderungan pembangunan modern yang mengabaikan nilai etika. Ia menegaskan, kemajuan tanpa nurani justru mempercepat kerusakan lingkungan.

“Dunia hari ini tidak hanya membutuhkan kecerdasan, tetapi juga nurani dan etika dalam mengelola kemajuan,” jelasnya.

Baca Juga: Peringatan Isra Mikraj, Pesan Menag: Jadikan Momen Pertobatan Ekologis

Seminar internasional bertajuk "Tantangan Berinteraksi dengan Lingkungan dalam Tafsir dan Sunnah' ini merupakan hasil kolaborasi Kementerian Agama RI, Al-Azhar Al-Sharif, Kedutaan Besar RI di Kairo, serta Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir.

Forum ini dihadiri ratusan ulama, akademisi, peneliti, mahasiswa, dan pemerhati lingkungan.

Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat kontribusi pemikiran Islam dalam merespons krisis lingkungan global melalui pendekatan teologis, yuridis, dan etis.

Halaman:

Tags

Terkini