Selanjutnya, tali-tali pengikat disusun membentuk kipas dan sesuai pakem penerjunan untuk menjaga keseimbangan helibox saat melayang menuju daratan.
Supriyanto menjelaskan, ada empat lapis penyaringan dalam setiap proses airdrop. Pertama, pemeriksaan oleh tim rigger saat pengepakan.
Kedua, pemeriksaan ulang tim rigger dan personel hanggar TNI AU saat pemuatan ke truk.
Ketiga, pengecekan oleh kru pesawat sebelum proses muat. Terakhir, koordinasi dengan satuan teritorial di darat untuk memastikan hasil airdrop aman, utuh, dan tepat sasaran.
"Kalau helibox kosong, dari filter pertama sudah gugur. Sampai hari ini, Alhamdulillah, tidak ada laporan dari bawah bahwa helibox itu kosong, sebagaimana yang disangkakan oleh sebagian oknum atau warganet,” tuturnya.
Dengan penjelasan tersebut, TNI berharap informasi yang keliru yang tersebar dapat dipahami masyarakat.
Baca Juga: Puncak Arus Mudik Nataru Diprediksi Bergeser Jadi 23-24 Desember
Dimana, setiap bantuan yang dijatuhkan melalui udara telah melalui proses yang tertib, cermat, dan berlapis, demi memastikan logistik benar-benar sampai kepada warga yang membutuhkan.
"Mudah-mudahan ini memberi pemahaman kepada kita semua, sehingga tidak terjadi salah tafsir atau sangkaan yang menyimpang dari kenyataan,” tukasnya.***