KONTEKS.CO.ID - Isu perombakan kabinet atau reshuffle di era Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto semakin kencang berembus.
Peneliti Senior Citra Institute, Efriza, memberikan analisis tajam mengenai deretan menteri yang posisinya sedang "digoyang".
Namun, Efriza justru meragukan apakah sang Presiden punya keberanian untuk menyentuh nama-nama besar di lingkaran kekuasaannya, mengingat adanya pertaruhan politik yang cukup besar.
Bahlil Lahadalia: Terjepit di Antara Dua "Matahari"
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjadi nama pertama yang masuk radar evaluasi. Efriza menilai Bahlil berada dalam posisi sulit karena harus membagi loyalitas antara Prabowo dan mantan Presiden Jokowi, ditambah beban tugasnya sebagai Ketum Partai Golkar.
Kerap dianggap kurang kompeten dalam mengelola kebijakan energi akibat kegaduhan komunikasi politik, posisi Bahlil sebenarnya rawan. Namun, pengaruh politiknya yang kuat membuat reshuffle terhadapnya menjadi perjudian besar.
"Bahlil acap dinilai kurang berkompeten mengelola kebijakan energi karena kegaduhan komunikasi politiknya. Ada kekhawatiran dia tidak fokus. Tapi apa berani Prabowo mereshuffle Bahlil? Dia politisi dengan pengaruh kuat," ujar Efriza, Jumat 17 April 2026.
Nasib Kontras: Natalius Pigai vs Widiyanti Putri
Di kementerian hasil pemecahan, muncul prediksi menarik. Menteri HAM Natalius Pigai dinilai sangat aman meski sering mendapat sentimen negatif. Alasannya simpel: loyalitas. Pigai dianggap sebagai sosok yang sudah "berkeringat" lama mendampingi Prabowo.
Kondisi sebaliknya menimpa Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana. Ia diprediksi rentan digeser karena performa yang dianggap tidak optimal, terutama saat berhadapan dengan DPR.
"Widiyanti memungkinkan digeser karena kinerjanya tidak optimal dan ketidakmampuannya menjelaskan pengelolaan anggaran saat rapat bersama DPR," tambah Efriza.
Komdigi Meutya Hafid dalam Pantauan Radar
Sektor pelayanan publik dan ekonomi juga tidak luput dari pantauan. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang dipimpin Meutya Hafid disebut-sebut masuk radar evaluasi.
Artikel Terkait
Polisi Resmi Terbitkan SP3 untuk Rismon Sianipar Usai Restorative Justice
Donasi Rakyat Indonesia untuk Iran Tembus Rp9 Miliar, Dubes Boroujerdi: Untuk Korban Perang
3 Jurus Baru Pemerintah Kuatkan Ketahanan Pangan Nasional di Tengah Ketidakpastian Global
BGN Klaim 65 Persen Masyarakat Indonesia Butuh MBG: Berhasil Tingkatkan Asupan Gizi dan Ekonomi Daerah
GMNI DKI Siap Melawan Pelaporan Aktivis, Tamparan Telak Demokrasi
KontraS Desak Bongkar 16 Aktor di Balik Penyiraman Air Keras: Jangan Cuma Kurir!
TNI AU Evakuasi 8 Korban Helikopter Jatuh di Sekadau Kalbar ke Lanud Supadio
Ubedilah Badrun: Pelaporan Kritik ke Pemerintah Alarm Bahaya bagi Demokrasi
Jemaah Haji Boleh Bawa Rokok ke Arab Saudi 200 Batang, Ini Aturan dan Tipsnya
Modus 'Debt Collector' Bupati Tulungagung: Pejabat Ditagih Bak Utang Abadi!