KONTEKS.CO.ID - Presiden Prabowo Subianto mengirimkan sinyal yang jelas kepada seluruh masyarakat, terutama para pengkritiknya, bahwa suara-suara sumbang yang beredar di ruang publik bahkan di kanal informal seperti podcast ternyata didengarkan langsung olehnya.
Dalam sebuah pengakuan yang tidak biasa, Presiden mengungkap kebiasaannya mendengarkan kritik pedas tersebut di malam hari, yang ia akui terkadang membuatnya jengkel.
Pengakuan ini disampaikan di sela-sela sambutan serius pada agenda pemusnahan 214,8 ton narkoba di Mabes Polri, Rabu, 29 Oktober 2025.
Baca Juga: Usut Dugaan Korupsi Kereta Cepat Whoosh, Anggota DPR Singgung Keseriusan dan Keberanian KPK
Prabowo secara terbuka menceritakan reaksi manusianya saat menghadapi serangan opini yang menyerang dirinya.
"Saya kalau malam-malam suka buka podcast-podcast. Kadang-kadang dongkol juga ya," ujar Prabowo.
Namun, dampak dari kritik tersebut tidak berhenti pada rasa "dongkol". Presiden menegaskan bahwa ia tidak membiarkan kejengkelannya menutup telinga.
Baca Juga: BRI Raih Laba Bersih Rp41,2 Triliun Hingga Triwulan III 2025
Sebaliknya, ia secara proaktif menjadikan kritik tersebut sebagai bahan evaluasi. Alih-alih membalas atau mengabaikan, ia memilih untuk mengambil langkah konstruktif.
"Tapi saya catat, 'Oh, oke'," lanjutnya, mengindikasikan bahwa masukan tersebut diproses secara serius.
Bagi Prabowo, sikap ini adalah sebuah keharusan fundamental bagi seorang pemimpin. Ia secara tegas menyatakan bahwa era pemimpin yang anti-kritik dan menolak dikoreksi harus berakhir.
Ia meyakini, seorang pemimpin yang menutup diri dari masukan, pada akhirnya hanya akan merugikan dirinya sendiri dan negara karena akan mengambil keputusan yang salah.
Pesan ini, yang disampaikannya di hadapan jajaran tinggi kepolisian, menjadi sebuah standar baru yang ia tetapkan.
Artikel Terkait
Prabowo Naikkan Anggaran Renovasi Rumah: 400 Ribu Keluarga Miskin Akan Segera Punya Hunian Layak
Gerah Sepak Terjang Kejagung, Jokowi Disebut Usulkan Nama Ini kepada Prabowo Ganti Jaksa Agung ST Burhanuddin
Saat Prabowo Sebut Kartel Narkoba Punya Kapal Selam dan Tak Mau Kalah dengan Pemerintah
Soal Isu Titip Pejabat ke Kapolri, Prabowo: Dari Ratusan Ribu, Cuma Dua Tiga Orang, Boleh Dong
Presiden Prabowo Akui Penanganan Narkoba Masih Kurang, Janji Tambah Pusat Rehabilitasi di Seluruh Daerah