KONTEKS.CO.ID - Eks Menko Polhukam, Mahfud MD memprediksi, Presiden Prabowo Subianto akan kembali melakukan reshuffle jilid II di Kabinet Merah Putih.
Menurut Mahfud, pergantian posisi menteri akan kembali dilakukan pada bulan Oktober mendatang.
“Saya meyakini reshuffle ini akan berlanjut sekurang-kurangnya nanti sekali lagi di bulan Oktober, setahun. Ini kan baru 10 bulan kan pak Prabowo. Dulu kan janjinya setahun,” ujarnya dalam perbincangan di kanal YouTube Leon Hartono mengutip Kamis, 11 September 2025.
Baca Juga: Pernyataan Resmi Menpan-RB: Tak Ada Lowongan CPNS 2025-2026
Menurut pandangan Mahfud, reshuffle di kabinet Prabowo terjadi karena adanya ketidakproduktifan kabinet.
Yakni, penempatan orang yang tidak sesuai kompetensi, serta indikasi korupsi. Dia pun menyebut, hal itu bisa terjadi perombakan besar-besaran.
"Prediksi saya karena pertama, kabinet ini belum produktif. Lalu yang kedua juga karena memang banyak yang terindikasi korupsi, sehingga perlu kabinet ini dirombak,” tuturnya.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu lagi-lagi meyakini jika akan ada reshuffle kembali.
Dia mengatakan, ini adalah hak dari Prabowo untuk melakukan yang terbaik untuk kabinetnya.
"Saya mempercayai akan ada lagi, tapi semua terserah Pak Prabowo ya," ujarnya.
"Apapun pilihan presiden itu harus dianggap sah dan didukung sebelum kita tahu bahwa itu tidak patut didukung,” imbuhnya.
Baca Juga: Tecno Spark Slim: Smartphone Super Tipis dengan Performa Gahar di Kelas Entry-Level
Sebelumnya diketahui, Presiden Prabowo mengganti lima menteri dan membentuk satu kementerian yaitu Kementerian Haji dan Umrah. Perombakan diumumkan pada Senin 8 September 2025 sore.
Artikel Terkait
Mahfud MD Nilai Ada Pertimbangan Politis di Balik Pencopotan Budi Gunawan Sebagai Menko Polkam
Mahfud MD: Sri Mulyani Ikhlas Rumah Dijarah, tapi Kecewa Penjagaan Aparat Kurang
Mahfud MD Ungkap Kekecewaan Sri Mulyani Usai Rumah Dijarah, Nangis Disamakan dengan Sahroni
Mahfud MD Sebut Nadiem Makarim Bersih, Terjerembab Perkara Rasuah karena Ingin Cepat Bekerja
Mahfud MD Sebut Budi Arie Seharusnya Sudah Lama Jadi Tersangka Kasus Judi Online