• Sabtu, 18 April 2026

Kenali Penyebab Gagal Tes Kesehatan KAI dan Cara Menghindarinya!

Photo Author
Anis Mutmainah, Konteks.co.id
- Kamis, 25 September 2025 | 14:37 WIB
Ilustrasi gambar kereta api (Pixabay/achiveone)
Ilustrasi gambar kereta api (Pixabay/achiveone)

KONTEKS.CO.ID - Kereta Api Indonesia (KAI) merupakan salah satu perusahaan BUMN yang menerapkan standar ketat bagi calon pegawainya, terutama terkait kesehatan.

Tes kesehatan KAI menjadi salah satu tahap penting dalam proses seleksi, karena pekerjaan di bidang transportasi kereta api membutuhkan fisik dan kondisi kesehatan prima.

Namun, tidak sedikit calon karyawan yang gagal di tahap ini. Berikut beberapa penyebab umum gagal tes kesehatan KAI.

Baca Juga: Saham Freeport McMoRan Anjlok 15 Persen karena Insiden Fatal di Tambang Grasberg

1. Masalah Penglihatan

Calon karyawan KAI diwajibkan memiliki penglihatan normal, baik untuk pekerjaan di stasiun maupun di kereta.

Gangguan seperti rabun jauh, rabun dekat, atau mata minus yang melebihi batas standar dapat menyebabkan kegagalan.

2. Gangguan Pendengaran

Pendengaran yang baik sangat penting, terutama untuk operator dan petugas stasiun. Calon yang memiliki gangguan pendengaran, seperti tuli sebagian atau kesulitan mendengar suara dengan jelas, bisa dianggap tidak memenuhi syarat.

3. Tekanan Darah Tinggi atau Rendah

Tekanan darah yang tidak normal, baik terlalu tinggi (hipertensi) atau terlalu rendah (hipotensi), dapat menjadi penyebab gagal tes. Kondisi ini berisiko bagi keselamatan diri sendiri maupun penumpang.

Baca Juga: Penyok Kecil di Bodi Mobil? Begini Cara Mudah Perbaikannya

4. Masalah Jantung

Calon dengan riwayat penyakit jantung, aritmia, atau gangguan kardiovaskular lainnya biasanya tidak lulus tes kesehatan.

Pekerjaan di KAI menuntut kesiapan fisik tinggi, sehingga kesehatan jantung sangat diperhatikan.

5. Berat Badan Tidak Ideal

Berat badan yang terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat menjadi penyebab kegagalan. KAI biasanya memiliki standar Body Mass Index (BMI) tertentu agar calon pegawai fit untuk bekerja.

6. Riwayat Penyakit Serius

Penyakit kronis seperti diabetes, asma berat, gangguan paru-paru, atau penyakit menular tertentu bisa membuat calon tidak lolos. Hal ini untuk menjaga keselamatan calon pegawai dan penumpang.

Baca Juga: IRC for Reform: Reformasi Jalan Akhiri Dwifungsi Polri

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Rizki Adiputra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X