Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Yudhiawan, aktivitas produksi uang palsu tersebut dimulai sejak Juni 2010 dan terus berlanjut hingga 2012 sebelum sempat dihentikan untuk persiapan lebih matang.
Produksi Uang Palsu Aktif Lagi 2022
Setelah sempat vakum, sindikat ini kembali merencanakan produksi uang palsu pada Juli 2022. Persiapan tersebut melibatkan pembelian alat cetak dan kertas khusus dari China.
Pada Mei 2024, produksi uang palsu akhirnya dimulai. Mesin cetak yang digunakan diketahui memiliki nilai fantastis, yakni Rp 600 juta.
"Proses produksi ini menggunakan mesin cetak yang dibeli di Surabaya, tetapi diimpor dari China," ujar Yudhiawan.
Terdapat dua lokasi utama yang digunakan sebagai tempat produksi uang palsu, yaitu sebuah rumah di Jalan Sunu, Kota Makassar, dan gedung perpustakaan UIN Alauddin di Kabupaten Gowa.
Pada September 2024, alat cetak dipindahkan ke gedung perpustakaan atas perintah Andi Ibrahim.
Baca Juga: Jadwal Contraflow di Tol Jagorawi dan Cikampek Selama Libur Nataru
Selama proses peredaran, sindikat ini menggunakan grup WhatsApp untuk berkomunikasi dan menawarkan uang palsu.***
Artikel Terkait
Beroperasi di Jimbaran, Produksi Narkoba Terbesar di Indonesia Hasilkan Uang Haram Rp1,5 Triliun
Keempat Kalinya, Kejagung Sita Uang Tunai Kasus TPPU Duta Palma Grup Rp288 Miliar
Polisi Duga Kampus UIN Makassar Jadi Tempat Produksi Uang Palsu
Kasus Uang Palsu di UIN Alauddin Makassar Terungkap, Pelakunya Orang Dalam Kampus
Boikot DWP 2024 Viral, Warga Malaysia Mengaku Diminta Uang hingga Rp32 M dan Wajib Tes Narkoba