kontekstory

Dari Susannah ke Epic Fury, Ketika AS dan Israel Gemar Melakukan Operasi Militer di Timur Tengah

Sabtu, 18 April 2026 | 11:24 WIB
Menteri Pertahanan Pinchas Lavon, kiri, dan Kepala IDF Moshe Dayan, dengan Shimon Peres di latar belakang, pada 8 Februari 1953. (GPO)

AS dan Israel ingin menghancurkan persenjataan rudal balistik dan kapasitas produksi Iran.

Baca Juga: Soegijapranata: Uskup Pertama Pribumi Indonesia, Pencetus 100 Persen Katolik, 100 Persen Indonesia

Kemudian memusnahkan angkatan lautnya, memutuskan dukungannya terhadap proksi teroris, dan memastikan Iran tidak akan pernah memperoleh senjata nuklir.

“AS ingin rezim Iran tidak bisa terus mempersenjatai, mendanai, dan mengarahkan pasukan teroris di luar perbatasan mereka,” kata Trump.

Titik balik operasi terjadi pada pagi hari saat aset manusia CIA memberikan konfirmasi final mengenai keberadaan target.

Baca Juga: Kiai Ibrahim Tunggul Wulung, Ulama Penginjil yang Memperluas Arah Sejarah Kekristenan Jawa

Setelah mendapat otorisasi dari Presiden Donald Trump di Air Force One, militer AS meluncurkan serangan siber masif untuk melumpuhkan sistem radar Iran.

Secara bersamaan, jaringan seluler di sekitar lokasi diputus, membuat tim pengawal kewalahan dan menurunkan kemampuan untuk menerima peringatan dini.

Operation Epic Fury terungkap sebagai puncak kampanye intelijen jangka panjang yang melibatkan teknologi Unit 8200 dan Mossad.

Baca Juga: Ali Sadikin, Jenderal Marinir Bintang 4 Pertama di Indonesia: Arsitek Korps Marinir, Arsitek Pembangunan Jakarta yang Dicerca Ulama Gegara Judi

Selama bertahun-tahun, Israel dilaporkan meretas ribuan kamera lalu lintas di Teheran untuk membangun data “pattern of life”.

Analisis visual mendalam ini memungkinkan intelijen memetakan rute perjalanan, jadwal rutin, hingga titik buta di sekitar kompleks kepemimpinan yang presisi.

Memanfaatkan lumpuhnya sistem komunikasi, sekitar 30 amunisi presisi, diduga rudal jenis Sparrow, dilepaskan ke kompleks sasaran saat para pejabat sedang tengah berkumpul.

Baca Juga: Dakota RI-001 Seulawah Cikal Bakal Garuda Indonesia, 'Burung Besi' yang Menetas dari Derma Tanpa Syarat Rakyat Aceh, Sempat Disewakan ke Burma

Serangan pagi hari dipilih untuk memaksimalkan efek kejutan taktis.

Halaman:

Tags

Terkini