Sebagai gantinya, tambahan Rp28 triliun lebih realistis untuk digelontorkan.
“Tadi kami hitung-hitung lagi yang Rp50 triliun tidak akan bisa kita serap. Kemungkinan besar yang kita serap adalah tambahan Rp28 triliun. Jadi Rp71 triliun plus Rp28 triliun tahun ini,” jelas Dadan.
Baca Juga: Jonatan Christie Tembus Final Korea Open 2025 Setelah Duel Maut Lawan Alwi Farhan di Semifinal
Ia menambahkan, hingga September 2025, serapan anggaran MBG sudah mencapai Rp19,3 triliun, melampaui target bulanan Rp19 triliun.
Multiplier Effect ke Ekonomi Nasional
Meski isu dapur fiktif mencuat, Purbaya menilai program MBG justru memberi dampak positif bagi ekonomi nasional.
“Tadi saya pikir penyerapannya rendah, tapi ternyata lebih bagus dari yang saya perkirakan. Dan programnya, multiplier effect-nya ke perekonomian memang cukup signifikan,” ucap Purbaya.
Efek berganda ini terasa karena dana yang terserap berputar langsung di masyarakat—mulai dari petani penyedia bahan makanan, pengelola dapur, hingga sektor logistik yang ikut bergerak.
Isu Dapur Fiktif dan Pembersihan Data
Sorotan publik semakin keras setelah isu dapur fiktif mencuat dalam laporan SPPG.
Menanggapi hal ini, BGN sudah melakukan pembersihan data melalui sistem rollback portal Mitra pada Senin, 22 September 2025.
Baca Juga: Mutasi Polri, Jenderal Listyo Sigit Mutasi 2 Teman Satu Angkatannya di Akpol 1991
“Begitu kita tutup portal Mitra, kemudian kita sisir seluruh yang dalam proses persiapan lebih dari 50 hari tidak aktif, ternyata ada 6.018 yang kena rollback,” ungkap Dadan.
Dari jumlah tersebut, 2.123 SPPG berhasil menunjukkan keseriusan dan statusnya dipulihkan.
Namun, target nasional tetap ambisius, yakni 25.421 dapur aktif hingga akhir tahun 2025.
Proyeksi 2026: Anggaran Lebih Jumbo
Baca Juga: Inilah Merek-merek Motor yang Siap Meramaikan IMOS 2025, Jangan Lewatkan!