Target 1,5 Juta Ton, Baru 22 Persen Terealisasi
Hingga saat ini, Bulog mencatat sudah menyalurkan sekitar 327.718 ton beras SPHP, atau setara 22 persen dari target 1,5 juta ton.
Baca Juga: Kalah Pemilu, Laporan Sebut PM Jepang Shigeru Ishiba Mundur
Meski angka tersebut baru seperlima dari total target, Bulog optimistis distribusi akan semakin masif dalam beberapa bulan ke depan.
Rizal menegaskan, tingginya permintaan membuat proses distribusi membutuhkan waktu. Namun, Bulog berkomitmen mempercepat penyaluran agar masyarakat dapat segera merasakan manfaatnya.
“Namanya penyaluran, distribusinya kan perlu waktu, tidak bisa langsung, sedangkan permintaannya besar. Penyalurannya kami akan masifkan,” jelasnya.
Baca Juga: Sempat Rusak Diamuk Massa, Pramono Resmikan Halte TransJakarta Senen Sentral Besok
Dengan strategi distribusi yang diperluas ke berbagai saluran, Perum Bulog berharap harga beras tetap terkendali di tengah tingginya kebutuhan masyarakat.
Program SPHP menjadi instrumen penting dalam menjaga kestabilan pangan nasional, sekaligus meringankan beban belanja rumah tangga.
Masyarakat pun diimbau untuk memanfaatkan beras SPHP yang kini lebih mudah dijangkau, baik di pasar rakyat maupun toko modern.
Bulog menargetkan ke depan, distribusi bisa berjalan lebih cepat agar seluruh lapisan masyarakat bisa merasakan manfaat stabilisasi harga pangan ini.***