KONTEKS.CO.ID - Perwakilah Artha Graha Network perusahaan milik konglomerat Tomy Winata bertemu dengan Badan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN).
Tujuan pertemuan itu dalam rangka membahas potensi investasi strategis di IKN yang berlokasi di Kalimantan Timur itu.
Perwakilan Artha Graha Network, Michael Iskandar mengaku sangat tertarik terhadap potensi pembangunan IKN.
Terutama untuk berinvestasi di sektor makanan dan minuman yang dipandang punya prospek menjanjikan seiring pertambahan populasi pendduk di IKN.
Baca Juga: Mengungkap Kembali Syarat Mutlak Presiden Prabowo Pindahkan Ibu Kota dari Jakarta ke IKN
"Saya rasa pembangunan ini menarik, khususnya untuk sektor hospitality dan food & beverage (F&B). Itu akan kami pelajari lebih lanjut," kata Michael.
Asal tahu saja, IKN saat ini sudah dihuni sekitar 1.200 Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan jumlah pekerja konstruksi mencapai 5.000 orang. Pertumbuhan populasi di IKN bahkan diprediksi bisa mencapai 25 ribu orang.
Kementerian PAN-RB sebelumnya telah berkoordinasi dengan Otorita IKN untuk menyusun kriteria prioritas pemindahan ASN secara bertahap.
Terdapat 16 kementerian/lembaga yang sudah terpilih untuk relokasi awal, dengan jumlah ASN sekitar 3.500 orang.
Baca Juga: Wapres Gibran Respons Usul Berkantor di IKN: Pindah-pindah Terus
Terkait rencana investasi perusahaan milik Tomy Winata di IKN, Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Sudiro Roi Santoso berujar bahwa agar ekosistem perkotaan di IKN dapat berfungsi optimal maka diperlukan berbagai elemen pendukung.
"Yang saat ini kami butuhkan agar ekosistem bisa berjalan adalah crowd, tempat-tempat keramaian dan juga lifestyle, seperti sarana olahraga. Jadi bukan sekadar memindahkan orang, tapi menciptakan kenyamanan agar betah tinggal di sini," ungkap Roi, mengutip laman ikn.go.id, Senin, 4 Agustus 2025.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini sebelumnya menyampaikan bahwa proses pemindahan kementerian/lembaga dan aparatur sipil negara (ASN) ke IKN merupakan langkah strategis yang membutuhkan perencanaan matang dan penyesuaian yang dinamis.