ekonomi

Tesla Bangun Fasilitas Pembangkit Listrik Baterai Terbesar di China, Nilai Proyek Capai Rp9,1 Triliun

Selasa, 24 Juni 2025 | 11:45 WIB
CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk, mengomentari kerusuhan di Inggris. FotoL The Babylon

KONTEKS.CO.ID - Di tengah meningkatnya tensi geopolitik antara Amerika Serikat dan China, Tesla Inc. resmi meneken kesepakatan pembangunan fasilitas pembangkit listrik berbasis baterai skala utilitas terbesar di China.

Proyek senilai 4 miliar yuan atau setara Rp 9,1 triliun ini dikerjakan bersama pemerintah Shanghai dan perusahaan pembiayaan lokal Kangfu International Leasing.

Dalam unggahan di akun resmi Weibo, Tesla menyebut proyek ini akan menjadi sistem penyimpanan energi sisi jaringan (grid-scale battery storage) terbesar di China saat rampung.

Baca Juga: Siapa Pemilik Private Islands yang Viral Gara-Gara Jual Beli 5 Pulau? Situsnya Diincar KKP dan Komdigi

Sistem ini dirancang untuk menstabilkan pasokan listrik di kawasan urban dengan memanfaatkan teknologi Megapack—baterai berdaya besar yang mampu menyimpan hingga 1 Megawatt selama empat jam.

“Pembangkit listrik ini akan menjadi pengatur cerdas untuk sistem listrik perkotaan, dengan fleksibilitas tinggi dalam menyeimbangkan jaringan energi dari sumber tidak stabil seperti tenaga surya dan angin,” tulis Tesla, dikutip dari CNBC International, Senin, 23 Juni 2025.

Baca Juga: Dunia Lagi Panas, tapi Kursi Dubes RI untuk PBB dan AS Masih Kosong Sejak 2 Tahun Lalu

Tesla juga mengonfirmasi bahwa pabrik baterainya di Shanghai telah memproduksi lebih dari 100 unit Megapack pada kuartal pertama 2025.

Setiap unit Megapack di AS dibanderol kurang dari US$1 juta, meski harga di pasar China belum diumumkan secara resmi.

Dorong Dominasi di Tengah Kompetisi Ketat

Kesepakatan ini menandai langkah strategis Tesla dalam memperkuat pijakan bisnisnya di pasar energi dan kendaraan listrik China yang merupakan pasar terbesar dunia serta menghadapi tekanan dari dua raksasa domestik BYD dan CATL.

Baca Juga: Marak Jual Beli Pulau Kecil Milik Indonesia, KKP: Minta Komdigi Take Down Situs Private Islands

Menurut laporan Reuters, CATL yang menguasai 40% pangsa pasar baterai global—direncanakan menjadi pemasok komponen utama untuk proyek Megapack Tesla, termasuk sel dan pack baterai.

Proyek ini juga muncul di tengah ketegangan dagang antara AS dan China.

Sejak 2024, pemerintahan Presiden Donald Trump kembali menerapkan tarif tinggi atas sejumlah produk China, termasuk kendaraan dan baterai listrik.

Halaman:

Tags

Terkini