KONTEKS.CO.ID - Bank Dunia menetapkan standar garis kemiskinan global terbaru yakni, mengacu kepada purchasing power parity (PPP) atau paritas daya beli 2021. Sebelumnya, standar kemiskinan ditetapkan berdasarkan PPP 2017.
Jumlah penduduk miskin di Indonesia versi Bank Dunia pun bertambah usai lembaga ini memperbarui garis kemiskinan global yang baru yang diperkenalkan dalam publikasi International Comparison Program pada Mei 2024 lalu.
Lembaga ini menjelaskannya dalam laporan berjudul "Update to the Poverty and Inequality Platform" edisi Juni 2025. Dengan demikian, ambang batas garis kemiskinan meningkat di semua kategori negara termasuk Indonesia.
Baca Juga: Info Tiket Konser Mariah Carey di Indonesia 4 Oktober 2025, Tiket Dijual Mulai 19 Juni
Sebagai informasi, PPP merupakan konsep untuk menyetarakan harga sekumpulan barang yang identik di sejumlah negara, sehingga dapat membandingkan nilai uang secara adil.
Dengan kesetaraan harga, PPP jadi dasar menghitung dan membandingkan tingkat kemiskinan antarnegara dan dibuat seolah-olah dalam kondisi ekonomi setara.
Bank Dunia membaginya dalam tiga garis kemiskinan. Pertama, standar tingkat kemiskinan ekstrem sebesar US$2,15 per kapita per hari naik jadi US$3 per kapita per hari.
Kedua, tingkat kemiskinan lower middle income country (LMIC) sebesar US$3,65 per kapita per hari kini menjadi US$4,20 per kapita per hari.
Ketiga, perubahan garis kemiskinan untuk negara berpendapatan menengah atas alias upper middle income country (UMIC), dari US$6,85 menjadi US$8,30 per kapita per hari.
"Penerapan PPP 2021 berimplikasi pada revisi garis kemiskinan global," tulis keterangan Bank Dunia mengutip Rabu, 11 Juni 2025.
Di Indonesia, Bank Dunia melalui Macro Poverty Outlook mencatat ada 171,8 juta atau 60,3 persen warga hidup di bawah garis kemiskinan pada April 2025 dari total 285,1 juta penduduk. Namun, saat itu masih mengacu pada PPP 2017.
Baca Juga: Bareskrim Selidiki Dugaan Pidana Kasus Izin Usaha Pertambangan di Raja Ampat, Siapa Jadi Tersangka?
Kini, dengan penerapan standar baru negara berpendapatan menengah atas sebesar US$8,30 per kapita per hari, penduduk miskin di Indonesia capai 194,58 juta orang atau sekitar tembus 68,25 persen dari total populasi 2024.