KONTEKS.CO.ID - Bank Central Asia (BCA) mencatat laba bersih tertinggi sekaligus pertumbuhan tercepat di antara empat bank terbesar di Indonesia selama periode Januari–April 2025.
Mereka mengungguli bank-bank milik negara seperti Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Mandiri, dan Bank Negara Indonesia (BNI).
Secara kolektif, keempat bank tersebut—yang termasuk dalam kategori BUKU 4.
Artinya empat bank tersebut memiliki modal inti terbesar di Indonesia dan menghasilkan pendapatan bunga Rp144,96 triliun dan laba bersih Rp 57,28 triliun selama empat bulan pertama.
Angka ini tidak termasuk pendapatan dari anak usaha di sektor asuransi atau pembiayaan.
Namun, pertumbuhan laba total dari keempat bank ini tergolong tipis, hanya naik 0,55 persen dibandingkan tahun lalu.
Baca Juga: Cara Top Up Saldo DANA dari BCA: Panduan Praktis dan Mudah
BCA Pimpin dari Sisi Laba dan Pertumbuhan
BCA, yang merupakan bank swasta, memimpin dengan perolehan laba bersih sebesar Rp 20,21 triliun, naik 17,41 persen secara tahunan.
Angka ini menjadikan BCA sebagai bank paling menguntungkan di Indonesia, menyumbang 35,3 persen dari total laba empat bank besar tersebut.
Kinerja kuat BCA didorong kenaikan pendapatan bunga bersih 6,58 persen dan peningkatan pendapatan berbasis komisi 7,31 persen.
Pendapatan dari dividen juga memberi dorongan besar, melonjak 183,2 persen menjadi Rp2,18 triliun.
Tanpa memasukkan pendapatan dividen, laba inti BCA tetap tumbuh sehat sebesar 9,64 persen secara tahunan menjadi Rp18,03 triliun.
Baca Juga: Utang Jumbo BCA di Kuartal I Tahun 2025, Jahja Setiaatmadja: Ditolong Momen Ramadan dan Idul Fitri
Bank Mandiri Catat Kenaikan Tipis
Bank Mandiri melaporkan kenaikan laba bersih sebesar 0,77 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi Rp15,18 triliun.