ekonomi

Juragan Jalan Tol! Inilah Deretan Konglomerat yang Menguasai Infrastruktur Indonesia

Jumat, 28 Maret 2025 | 22:10 WIB
Jalan Tol (unsplash.com)

KONTEKS.CO.ID - Sektor infrastruktur semakin menjadi primadona investasi di Indonesia.Proyek jalan tol, yang berperan sebagai tulang punggung konektivitas nasional, kini menjadi ladang bisnis yang dilirik oleh konglomerat besar, mulai dari Jusuf Hamka, Anthoni Salim, hingga Eka Tjipta Widjaja.

Tidak hanya pemain swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga tetap mendominasi dalam pembangunan dan pengelolaan jalan tol di Tanah Air. Berikut daftar pemilik bisnis jalan tol di Indonesia:

Baca Juga: Arus Mudik di Tol Macet Parah Akibat Banyak Pemudik Tunggu One Way

Jusuf Hamka: PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk. (CMNP)

Dikenal sebagai "Raja Tol", Jusuf Hamka mengendalikan PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk. (CMNP), perusahaan jalan tol swasta pertama di Indonesia. Saat ini, CMNP mengelola 7 ruas tol strategis di Jabodetabek dan daerah lainnya, termasuk:

  • Jalan tol Ir. Wiyoto Wiyono (Cawang-Tanjung Priok)
  • Jalan tol Depok-Antasari
  • Jalan tol Bogor Outer Ring Road
  • Jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan
  • Jalan tol Soreang-Pasirkoja (Bandung)
  • Jalan tol Waru-Juanda (Surabaya)
  • Jalan tol Pelabuhan (Ancol-Pluit)

Anthoni Salim: PT Nusantara Infrastructure Tbk. (META)

Grup Salim, yang dipimpin oleh Anthoni Salim, aktif berinvestasi dalam bisnis tol melalui PT Nusantara Infrastructure Tbk. (META).

Baca Juga: Misteri Kematian WNI di Kamboja: Dugaan TPPO dan Perdagangan Organ

Pada 27 September 2024, konsorsium GIC-MPTC mengakuisisi 35% saham PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) senilai Rp15,75 triliun. Saat ini, komposisi pemegang saham JTT adalah:

  • MPTIS (Metro Pacific Tollways Indonesia Services) – 20,3%
  • Warrington Investment Pte Ltd – 10,5%
  • Margautama Nusantara (MUN) – 4,2%
  • Grup Salim juga memiliki keterkaitan erat dengan Metro Pacific Tollways, yang menguasai 95,52% saham META.

Sugianto Kusuma (Aguan): PT Duta Graha Karya

Sugianto Kusuma alias Aguan, pemilik Agung Sedayu Group, tengah membangun proyek Jalan Tol Kamal-Teluknaga-Rajeg, yang akan menghubungkan Kabupaten Tangerang dengan Jakarta Utara.

Baca Juga: FSPI Desak Aparat Usut Aliran Dana Kurawal Foundation, Soroti Dugaan Pencucian Uang

Proyek ini bernilai Rp23,22 triliun dan ditargetkan rampung pada 2025. Dalam proyek ini, Agung Sedayu berkolaborasi dengan Grup Salim melalui konsorsium PT Duta Graha Karya.

Eka Tjipta Widjaja: Sinar Mas Group

Sinar Mas Group, konglomerasi yang didirikan oleh Eka Tjipta Widjaja, juga masuk ke bisnis jalan tol melalui PT Trans Bumi Serbaraja.

Perusahaan ini mengelola Jalan Tol Serpong-Balaraja, yang termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).

Baca Juga: Arus Mudik di Tol Macet Parah Akibat Banyak Pemudik Tunggu One Way

Seksi 1B (CBD BSD-Legok, 5,73 km) mulai beroperasi secara fungsional sejak 30 September 2024 tanpa tarif sebagai bentuk dukungan konektivitas bagi masyarakat.

Halaman:

Tags

Terkini