• Sabtu, 18 April 2026

CEO Telegram Ungkap Rahasia di Balik Kecanggihan AI DeepSeek, Ada Peran Komunis Uni Soviet

Photo Author
Iqbal Marsya, Konteks.co.id
- Senin, 3 Februari 2025 | 20:26 WIB
CEO Telegram Pavel Durov menyebut DeepSeek lahir karena pendidikan Uni Soviet.  (X.com @BigBrotherEP)
CEO Telegram Pavel Durov menyebut DeepSeek lahir karena pendidikan Uni Soviet. (X.com @BigBrotherEP)


KONTEKS.CO.ID - CEO Telegram Pavel Durov memuji pendidikan ala Uni Soviet di China atas keberhasilan DeepSeek dalam bidang AI yang melesat secara tiba-tiba.

Ya, pendiri aplikasi perpesanan instan populer, Telegram, Pavel Durov, mengklaim bahwa keberhasilan China dalam bidang AI berasal dari sistem pendidikan ala Soviet.

Ia membandingkan pendidikan gaya komunis Soviet yang mendorong persaingan ketat dengan sekolah-sekolah di Barat yang "menyembunyikan nilai untuk melindungi perasaan".

Baca Juga: Begini Cara Login ke Facebook saat Lupa Kata Sandi dan Nomor Tak Aktif

"Jika AS tidak mereformasi sistem pendidikannya, ia berisiko menyerahkan kepemimpinan teknologi kepada China," tulisnya dalam sebuah posting di X, mengutip Hindustan Times, Senin 3 Februari 2025.

Pavel Durov mengatakan, perusahaan rintisan China itu mengejutkan banyak orang dengan seberapa cepat ia mengejar ketertinggalannya dari AS dalam bidang AI, khususnya OpenAI.

"Kemajuan China dalam efisiensi algoritmik tidak muncul begitu saja. Siswa China telah lama mengungguli siswa lain dalam bidang matematika dan pemrograman di olimpiade internasional," cuitnya.

Baca Juga: Alasan Polisi Penjaga Pantai Malaysia Tembaki Kapal 5 WNI Imigran, Fakta Baru: 1 Saksi Kunci Ditahan

"Dalam hal menghasilkan siswa berprestasi luar biasa dalam bidang matematika dan sains, sistem pendidikan menengah China lebih unggul daripada sistem pendidikan di Barat. Sistem ini mendorong persaingan ketat di antara siswa, sebuah prinsip yang dipinjam dari sistem Soviet yang sangat efisien," tukas Durov.

Pavel Durov Bandingkan Sekolah Barat vs Sekolah China

Durov mengklaim sebagian besar sekolah Barat tidak menyukai persaingan dan bahkan enggan membagikan nilai siswa secara terbuka untuk melindungi siswa dari tekanan.

Ia berpendapat, meskipun tindakan tersebut dapat dimengerti, kebijakan itu juga menurunkan motivasi siswa terbaik.

Baca Juga: Personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2025 Bagikan Susu ke Generasi Penerus di Papua

"Kemenangan dan kekalahan adalah dua sisi mata uang yang sama. Singkirkan yang kalah —dan Anda menyingkirkan pemenang. Mengatakan kepada semua siswa bahwa mereka adalah juara, terlepas dari kinerjanya, mungkin tampak baik— sampai Anda mempertimbangkan seberapa cepat kenyataan akan menghancurkan ilusi ini setelah lulus," paparnya.

Ia juga menganjurkan untuk hidup dalam kenyataan di mana, tidak seperti kebijakan sekolah yang bermaksud baik, memiliki nilai dan peringkat publik.

"Tolok ukur AI yang menunjukkan keunggulan DeepSeek adalah salah satu peringkat publik tersebut. Dan masih banyak lagi yang akan datang. Kecuali jika sistem pendidikan menengah AS mengalami reformasi radikal, dominasi China yang semakin meningkat dalam teknologi tampaknya tak terelakkan," kata Durov mengingatkan. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Iqbal Marsya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ultimatum Terakhir Kemkomdigi untuk Wikimedia

Sabtu, 18 April 2026 | 09:52 WIB
X