KONTEKS.CO.ID - Seorang pria berdemonstrasi sendirian di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang, Jawa Barat viral di media sosial.
Belakangan diketahui, pria bernama Edwin merasa kecewa dengan pelayanan pihak RS setelah anaknya meninggal dunia di hari pertama lahir.
Edwin pun menceritakan kronologi buah hatinya meninggal dunia usai persalinan saat berbincang langsung dengan Gubernur, Dedi Mulyadi.
Baca Juga: Roy Suryo Ngaku Beri Kuliah ke Penyidik dalam Pemeriksaan Dugaan Ijazah Palsu Jokowi
"Jadi melahirkannya di situ? di Rumah Sakit Umum Daerah Karawang," tanya Dedi kepada Edwin menukil YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, pada Kamis, 15 Mei 2025.
"Awalnya di Dewi Sri. Pertama ke Rumah Sakit Dewi Sri, pakai biaya, mahal. Akhirnya diperiksa di Puskesmas," jawab Edwin.
Dedi lantas bertanya usia kandungan istri Edwin saat melahirkan anak pertama mereka.
Baca Juga: 4 Fakta Menarik Film Pembantaian Dukun Santet: Sejarah Mencekam Tragedi Banyuwangi 1998
"8 bulan, jadi ketahuannya di RSUD juga, ada ari-ari yang menutupi jalan lahir. Jadi memang pendarahan, bakal pasti lebih condong pendarahan, sehingga perlu ditindak," jelas Edwin.
Saat itu, kata dia, terjadi pendarahan pertama yang dialami sang istri, dan langsung dibawa ke RSUD Karawang.
"Di RSUD sekitar jam 1 malam ditindak. Kata dokter yang jaga bilang, ini kalau pendarahan lagi harus diterminasi, harus segera dilahirkan," terangnya.
Warga asal Karawang itu mengaku gelisah dan menunggu cukup lama agar istrinya segera mendapat penindakan dari rumah sakit.