“Yang punya motor selamat, temen saya mau ngebantu. Pas belokan sini, nggak kuat terus kebawa air dan itu anaknya langsung ke sana. Saya mau bantu narik, nggak nyampe. Kalau motornya kesangkut di sana,” ucap teman korban.
Pernyataan itu menegaskan bahwa Ajun bukan korban kelalaian semata, melainkan jatuh saat menjalankan niat membantu orang lain—sebuah tindakan kemanusiaan yang ironisnya berujung maut.
Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Gung
Setelah dinyatakan hilang sejak Rabu sore, tim gabungan melakukan pencarian hingga malam hari. Upaya tersebut baru membuahkan hasil keesokan harinya.
Pada Kamis, 5 Februari 2026, jasad Ajun akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Lokasinya berada di Sungai Gung, wilayah Desa Kajen, Kecamatan Lebaksiu, cukup jauh dari titik awal korban terseret arus.
“Alhamdulillah, tim evakuasi sudah berhasil mengangkat jenazah Mas Ajun,” ujar perekam video yang diunggah di akun Instagram @tegalhariini_, pada Kamis, 5 Februari 2026.
Video lanjutan memperlihatkan mobil Tim SAR meninggalkan area sungai setelah proses evakuasi selesai, menandai akhir pencarian sekaligus awal duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar.***
Artikel Terkait
Baru Diresmikan, Warga Sumbar yang Tempati Huntara Dilanda Banjir
Viral Bapak-Bapak Nyanyi Santuy di Tengah Kepungan Banjir Bekasi: Lihat Rumahku, Penuh dengan Air!
Hari Ini, Rabu 4 Februari 2026, Banjir Kode Redeem ML Mobile Legends: Stok Hero Menumpuk!
Diguyur Hujan Deras, 39 RT dan 1 Ruas Jalan di Jakarta Terendam Banjir
Hari Ini Kamis 5 Februari 2026, Banjir Kode Redeem ML Mobile Legends Terbaru