KONTEKS.CO.ID - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat, diduga menjadi pemicu longsor yang menimbun korban, termasuk puluhan personel Marinir TNI AL.
Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali menjelaskan, kondisi cuaca ekstrem menyebabkan tanah menjadi labil.
Akibatnya terjadi longsor yang menghantam area tempat latihan marinir berlangsung.
Baca Juga: Mengulik Toyota Land Cruiser Kebal RPG yang Menyelamatkan Wali Kota Shariff Aguak di Filipina
“Curah hujan sangat tinggi hampir dua malam. Itu yang diduga kuat memicu longsor dan mengenai lokasi latihan personel kami,” ujarnya.
Proses pencarian terhadap 19 marinir yang masih hilang hingga kini menghadapi berbagai kendala.
Cuaca yang belum bersahabat serta akses jalan yang sempit membuat alat berat belum dapat menjangkau lokasi kejadian.
Baca Juga: Aksi Heroik di Tol Japek, Aan Sopir Truk Jelaskan Kronologi Kejadian ke Kakorlantas Polri
Sebagai alternatif, tim gabungan menggunakan ragam teknologi pencarian.
“Untuk sementara kami mengandalkan drone, thermal sensor, dan K9,” katanya.
“Itu karena alat berat belum bisa masuk ke lokasi,” Laksamana Ali menambahkan.
Baca Juga: Update Kasus Lula Lahfah: Reza Arap Ada di TKP dan Temuan Barang Bukti Medis di Lantai 25
Operasi pencarian dan penyelamatan terus dilanjutkan dengan mempertimbangkan keselamatan seluruh personel yang terlibat di lapangan.***
Artikel Terkait
Bencana Longsor Cisarua Bandung Barat: Pos DVI Polri Terima 25 Jenazah, 1 Potongan Tangan Teridentifikasi
Ahli Geologi Sebut Banjir Lumpur Maut Bandung Barat Dipicu Jebolnya Bendungan Alam Longsor
Banjir Lumpur Susulan Masih Mengintai Bandung Barat, Warga Diminta Waspada Tanda Alam
23 Prajurit Marinir TNI Jadi Korban Longsor Cisarua