Baca Juga: Update Harga Emas Antam Hari Ini: Naik Tajam ke Rp2,35 Juta per Gram, Simak Rinciannya!
Kepergiannya menjadi duka mendalam bagi para pecinta seni wayang kulit di Tanah Air, bahkan dunia.
Besar dalam didikan keluarga pedalang terkenal, Ki Sadiyun Harjadarsana, menumbuhkan bakat alami yang besar. Ia pun sudah mulai memainkan wayang kulit sejak usia 12 tahun.
Tak hanya berbekal bakal, almarhum mengasah kemampuannya menjadi dalang melalui pendidikan pedalangan di lembaga-lembaga ternama. Sebut saja Himpunan Budaya Surakarta, Pawiyatan Keraton Surakarta, dan Habiranda Yogyakarta.
Yang membuat dirinya berbeda dengan dalang lainnya adalah gayanya. Tidak terjebak dengan pakem yang kaku, Ki Anom Suroto terkenal sanggup menggabungkan gaya Solo, Yogyakarta, dan Banyumas secara harmonis. ***
Artikel Terkait
Peringatan di Tanggal 7 November, Ada Hari Wayang Nasional dan Dev Diwali
Korban Keracunan Makanan Pentas Wayang Kulit di Klaten Mencapai Ratusan, 1 Meninggal, Bupati Tetapkan KLB
KA Sancaka Dilempar Batu Hingga Penumpang Terluka di Klaten, Begini Kata KAI
Wapres Gibran di Hadapan Perajin Lurik di Klaten: Kebetulan Minggu Depan Pak Presiden Resmikan Koperasi Merah Putih
Maestro Dalang Berpulang: Siapa Ki Anom Suroto yang Disebut ‘Presiden Wayang Kulit’ dan Dikenang Lintas Generasi?