Masyarakat dan pengelola bangunan bertingkat diimbau untuk memastikan pengawasan teknis pembangunan agar kejadian serupa dapat dicegah di masa mendatang.
Adbdul Muhari mengungkapkan, robohnya bangunan Musala Ponpes Al Khoziny dipicu kegagalan teknologi konstruksi pada Senin, 29 September 2025 sekitar pukul 15.00 WIB.
"Kejadian bermula sejak pagi hari ketika proses pengecoran lantai empat pondok pesantren dilakukan," ujarnya.
Saat pelaksanaan salat Asar berjamaah pada pukul 15.00 WIB, tiang fondasi diduga tidak mampu menahan beban pengecoran, sehingga bangunan runtuh hingga ke lantai dasar.
"Peristiwa yang terjadi mendadak ini menyebabkan puluhan santri dan pekerja tertimpa material bangunan," ujarnya.***