• Sabtu, 18 April 2026

Musala Ponpes Al Khoziny Ambruk, 1 Santri Meninggal, 26 Hilang Diduga Tertimbun Reruntuhan

Photo Author
Rizki Adiputra, Konteks.co.id
- Selasa, 30 September 2025 | 09:52 WIB
Bangunan musala di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, ambruk renggut nyawa seorang santri (Foto: X/@OknumKonoha)
Bangunan musala di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, ambruk renggut nyawa seorang santri (Foto: X/@OknumKonoha)

KONTEKS.CO.ID - Sebuah bangunan musala di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, ambruk pada Senin, 30 September 2025.

Hingga Selasa pagi ini, proses evakuasi masih terus dilakukan oleh tim gabungan Basarnas, BPBD Jatim, TNI, Polri, dan relawan.

Laporan terakhir menyebutkan, sebanyak 100 santri menjadi korban dalam insiden tersebut. Dari jumlah itu, satu orang meninggal dunia dan 26 santri masih dinyatakan hilang diduga terjebak di bawah puing bangunan.

Baca Juga: Brak! Bangunan Musala di Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Ambruk saat Santri Salat Asar

Kronologi Peristiwa

Bangunan musala di pesantren ambruk saat para santri sedang melaksanakan salat Ashar sekitar pukul 15.00 WIB. Kepala Basarnas Surabaya, Nanang Sigit, menyebutkan 99 santri berhasil dievakuasi, 8 di antaranya diselamatkan tim SAR, sementara 91 lainnya keluar dengan upaya sendiri.

Sayangnya, seorang santri berinisial MAI (15) ditemukan meninggal dunia pada Selasa, 30 September 2025 dini hari sekitar pukul 01.58 WIB.

Sebanyak 7 korban yang tertimpa reruntuhan bangunan berhasil dievakuasi. Semua korban dibawa ke rumah sakit terdekat, yaitu RS Notopuro Sidoarjo, RS Siti Hajar, dan RS Delta Surya, untuk mendapatkan perawatan.

Kendala Evakuasi

Nanang menjelaskan, proses penyelamatan tidak mudah karena bangunan yang rapuh dan tumpukan beton cukup berat. Kondisi ini memperlambat pencarian sekaligus berisiko menimbulkan runtuhan susulan.

Baca Juga: Bangunan 3 Lantai Majelis Taklim Ambruk saat Peringatan Maulid Nabi 2025, 3 Warga Desa Sulamakmur Meninggal dan Puluhan Luka-Luka

“Meski begitu, tim tetap bekerja hati-hati dengan mengutamakan keselamatan,” ujarnya.

Sementara, Instruktur Basarnas Surabaya, Johan Saptadi, menegaskan jumlah pasti korban masih bisa berubah karena operasi pencarian belum selesai.

Hingga berita ini tayang, tercatat 18 santri selamat, 1 meninggal dunia, dan 26 lainnya masih hilang.

“Data terus bergerak karena evakuasi belum rampung. Fokus utama kami adalah menemukan para santri yang belum ditemukan,” ungkap Johan.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Rizki Adiputra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X