KONTEKS.CO.ID - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melaporkan adanya 180 titik api yang tersebar di Provinsi Riau sejak awal tahun hingga 22 Juli 2025.
Rokan Hilir menjadi wilayah dengan konsentrasi titik api terbanyak, tercatat sebanyak 106 titik.
Situasi ini menandakan peningkatan potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Sumatra, terutama di Riau.
Merespons kondisi tersebut, Kemenhut segera mengaktifkan langkah cepat dengan mengirimkan ratusan personel Manggala Agni ke lokasi-lokasi rawan.
Baca Juga: BNPB Sebut 490 Titik Panas Terpantau di Jambi, Waspada Karhutla!
“Kami telah menurunkan 998 personel yang tersebar di 17 Daerah Operasional (Daops) dan 12 Pondok Kerja.
Di Riau, empat Daops yang aktif yaitu Dumai, Pekanbaru, Rengat, dan Siak,” ujar Israr Akbar, Kepala Subdirektorat Hutan, dalam keterangan di Jakarta, Rabu (23/7/2025).
Rinciannya, Daops Dumai mengerahkan 62 personel, Daops Pekanbaru 44 orang, serta masing-masing 61 personel dari Daops Rengat dan Siak.
Baca Juga: Karhutla di Gunung Merbabu Meluas Hingga ke Boyolali, 400 Hektare Lahan Hangus
Untuk mengatasi situasi kritis di Rokan Hilir, delapan tim pemadam diturunkan langsung ke lokasi.
Lima tim berasal dari Riau, sementara tiga lainnya didatangkan dari provinsi tetangga, yakni Jambi dan Sumatera Selatan.
“Kebakaran hutan di kawasan tropis seperti di negara-negara ASEAN umumnya dipicu oleh aktivitas manusia,” katanya.
Dari data lapangan dan analisis citra satelit, sekitar 4.500 hektare lahan telah hangus terbakar sejak Januari hingga Mei 2025.
Baca Juga: Berkas Kasus Karhutla Gunung Bromo Dilimpahkan ke Kejaksaan, Polisi Beri Sinyal Tersangka Baru
Artikel Terkait
Momen Langka Kapolri, Ustaz Abdul Somad, dan Rocky Gerung Duduk dan Berdiri Bersama di Pekanbaru Riau
Marc Marquez Selebrasi ala Aura Farming Pacu Jalur Usai Menang MotoGP Jerman, Netizen Riau Heboh!
Bukan Cuma Joget, Ini Makna Aura Farming yang Viral Bareng Pacu Jalur Riau
BNPB Tambah Amunisi, Percepat Penanganan Kebakaran Hutan di Riau