KONTEKS.CO.ID - Koordinator Pos Pemantauan Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-laki, Herman Yosef Mboro, mengungkapkan aktivitas vulkanik di gunung tersebut masih tergolong aktif.
Hal itu terlihat dari peningkatan jumlah gempa yang terdeteksi dalam beberapa hari terakhir.
Pada Kamis lalu, tercatat sebanyak 20 kali gempa vulkanik terjadi dalam sehari.
Padahal sebelumnya, biasanya hanya berkisar antara lima hingga enam kali gempa per hari.
Baca Juga: Gunung Lewotobi Laki-Laki Eupasi, Kapolda NTT Minta Masyarakat Terdampak Taati Imbauan Petugas
Gunung yang terletak di Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), itu kembali mengalami erupsi pada Jumat kemarin.
Sebaran abu tercatat mengarah dominan ke Barat dan Barat Laut.
“Material letusan mengikuti pola angin harian. Sebagian abu vulkanik bahkan jatuh di area sekitar lereng,” ujar Herman dalam dialog yang didengarkan di Pro 3 RRI, Sabtu 12 Juli 2025.
Ia mengatakan abu tersebut berpotensi mencemari sumber air bersih masyarakat.
Baca Juga: Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus, Terbesar dalam Beberapa Tahun
Hingga kini, ada delapan desa yang terkena dampak sebaran abu vulkanik.
Enam desa terdampak berada di Kecamatan Wulanggitang, yakni Klatanlo, Hokeng Jaya, Pululera, Boru, Boru Kedang, dan Nawokote.
Sedangkan dua lainnya, Dulipali dan Nobo, berada di Kecamatan Ile Bura.
“Daerah-daerah ini terpapar abu dari arah Barat hingga Timur Laut,” jelasnya.
Artikel Terkait
Status Gunung Lewotobi Laki-laki Naik ke Level Awas Usai Erupsi Hebat, Radius Bahaya Diperluas
Gelontorkan Rp5,3 Miliar, 8 Dapur Umum Layani 4.954 Korban Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki
Pimpin Sertijab PJU Polda NTT dan Kapolres, Irjen Pol Rudi Darmoko: Jangan Jadi Pejabat yang Dilayani!
Cara Humanis Kapolda NTT Buktikan Polisi Hadir di Setiap Sisi Masyarakat