KONTEKS.CO.ID - Pemkab Cirebon telah mengumumkan penghentian proses pencarian terhadap empat korban yang masih tertimbun longsor di area tambang galian C Gunung Kuda, Dukupuntang.
Seiring dengan keputusan tersebut status tanggap darurat dicabut dan seluruh kegiatan pertambangan dihentikan.
Pernyataan ini disampaikan Bupati Cirebon, Imron, seusai menggelar rapat koordinasi bersama unsur Forkopimda, TNI, Polri, Basarnas, BPBD, dan pihak terkait lainnya, Kamis kemarin.
Imron menjelaskan keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan aspek keselamatan dan risiko di lapangan.
“Kami sepakat untuk menghentikan pencarian keempat korban yang belum ditemukan, mulai pukul 03.00 WIB,” ujar Imron.
Baca Juga: Korban Meninggal Akibat Tragedi Longsor Gunung Kuda Cirebon Sudah 21 Orang
Ia menambahkan sebelumnya sudah dilakukan dialog antara Forkopimcam Dukupuntang dan keluarga korban.
Pihak keluarga, kata Imron, menerima kenyataan ini dengan lapang dada.
Pemerintah daerah tetap akan memberikan pendampingan dan dukungan moral bagi keluarga yang ditinggalkan.
Baca Juga: Longsor Tambang Batu Gunung Kuda Cirebon Telan 20 Korban Jiwa, Menteri Bahlil Akan Evaluasi Total
Sementara, Danrem 063/SGJ, Kolonel Inf Hista Soleh Harahap menyampaikan pasca keputusan tersebut, tim gabungan yang dikomandoi Dandim 0620/Kabupaten Cirebon, Letkol Inf M. Yusron, akan bertugas mengamankan area tambang.
“Setelah keputusan Forkopimda disampaikan, Dandim selaku komandan lapangan akan memimpin apel konsolidasi personel dan peralatan. Kemudian disampaikan langkah-langkah lanjutan sesuai arahan,” tuturnya.
Pihaknya juga berkoordinasi dengan kepolisian untuk memastikan keamanan lokasi serta mengamankan perlengkapan dan kendaraan tambang sebagai bagian dari penyelidikan lebih lanjut.
Dengan berakhirnya masa tanggap darurat dan operasi pencarian, fokus pemerintah kini beralih ke pemulihan pascabencana, termasuk aspek sosial dan ekonomi masyarakat yang terdampak di sekitar wilayah tambang.***
Artikel Terkait
Tambang Batu Gunung Kuda Cirebon, Antara Potensi Ekonomi dan Risiko Lingkungan
Pekerja Protes Izin Tambang Gunung Kuda Dicabut, Dedi Mulyadi: Orang Lain Nangis Kehilangan Nyawa