KONTEKS.CO.ID - Mantan pesepak bola profesional Korea Selatan, Kang Ji yong, meninggal dunia dalam usia 37 tahun.
Ia wafat hanya berselang dua bulan seusai tampil di acara realitas JTBC "Divorce Camp". Di acara itu Kang Ji yong mengungkap kesulitan finansial setelah memutuskan pensiun dari sepak bola.
Berita kematian Kang dibagikan pada hari Rabu oleh mantan pesepak bolan lainnya, Koo Bon-sang, melalui sebuah unggahan di media sosial.
Baca Juga: Indonesia Cetak Sejarah, 5 Warisan Dokumenter Ditetapkan sebagai Memory of The World UNESCO
Menurut pengumuman pemakaman, Kang meninggal dunia pada hari Selasa kemarin. Upacara pemakamannya digelar di Rumah Sakit Universitas Soonchunhyang di Cheonan, Provinsi Chungcheong Selatan.
Istri dan putrinya, yang tampil bersamanya di acara televisi itu, terdaftar sebagai pelayat utama. Mereka memimpin prosesi berkabung dan bertindak sebagai perwakilan utama keluarga.
Pemakaman Kang sendiri dilakukan kemarin, Jumat 25 April 2025, di Taman Memorial Cheonan.
Rekam Jejak Karier Sepak Bola Kang Ji yong
Mengutip Korea Times, Kang yang lahir pada 1989 terpilih sebagai pemain kelima secara keseluruhan dalam draft Liga K 2009.
Dia memulai debut profesionalnya bersama Pohang Steelers. Lalu bermain untuk sejumlah klub, termasuk Busan IPark, Bucheon FC, Gangwon FC, Incheon United FC, Gimpo FC, dan Gangneung Citizen FC.
Kemudian menyatakan pensiun dari sepak bola pada 2022 setelah bermain untuk Cheonan City FC.
Baca Juga: Kitagawa Pesona Bali: Sensasi Liburan Rasa Pulau Dewata di Tengah Sawah Wonogiri!
Kang Kerja di Pabrik Kimia
Setelah pensiun, Kang mulai bekerja di pabrik kimia. Dalam sebuah episode "Divorce Camp" yang ditayangkan pada Februari lalu, dia menjelaskan, jalur karier baru itu dipilih daripada menjadi pelatih.
Hal itu untuk menghindari perpisahan jangka panjang dari istri dan anaknya yang baru lahir.
"Ketika saya mempertimbangkan untuk pensiun, istri saya sedang hamil," katanya. "Saya harus berpikir praktis, jadi saya memulai pekerjaan yang sama sekali berbeda."
Baca Juga: Soetta Dilanda Angin Kencang, Lion Air JT123 dari Lampung Dialihkan Mendarat ke Kertajati
Kang mengaku memperoleh hingga 150 juta won (USD110.000 atau Rp1,9 miliar) per tahun selama karier sepak bolanya. Tetapi sekarang hanya bisa mendapatkan menghasilkan sekitar 3,5 juta won per bulan (setara Rp41 juta).
Ia berbicara terbuka tentang kesulitan keuangan setelah pensiun. Termasuk masalah yang belum terselesaikan mengenai aset yang dititipkan kepada orang tuanya dan utang rumah tangga sebesar 30 hingga 40 juta won.
"Saya hanya berharap bisa meninggal saat tidur. Saya punya keinginan kuat untuk meninggal," katanya saat diwawancarai tim produksi, yang saat itu menimbulkan kekhawatiran.
Baca Juga: Final Copa del Rey 2025: Barcelona Vs Real Madrid, Adu Gengsi di La Cartuja
Meskipun mendapat komentar yang menyedihkan, Kang dan istrinya tampak berusaha mengatasi perbedaan mereka di acara itu.
Dalam episode bulan lalu, pasangan itu berbaikan dan setuju untuk melanjutkan pernikahannya atau rujuk.
Menyusul berita kematiannya, JTBC telah menghapus semua episode dan klip terkait yang menampilkan Kang dan istrinya dari situs web resminya. Pun dari platform streaming Tving dan YouTube.
Baca Juga: Jet Tempur, Rudal Canggih, Kapal Perang, Sniper Amankan Prosesi Penguburan Paus Fransiskus: Belum Pernah Terjadi Sebelumnya di Vatikan
Penghormatan mengalir dari penggemar K League, banyak di antaranya yang mengenang Kang atas tahun-tahun pengabdiannya dalam sepak bola profesional Korea.
Kepergiannya yang tiba-tiba telah meninggalkan duka yang mendalam bagi komunitas sepak bola setempat. ***
Artikel Terkait
Lagi, Pesepak Bola Israel Kesandung Masalah di Turki karena Dukung Zionis
Diminati Maccabi Haifa, Pesepak Bola Norwegia Tolak Uang 'Berdarah' Israel
Tak Ingin Dulu Pensiun, Ronaldo Diyakini Menanti Messi Lakukan Hal Ini!
Kalah dari Wakil Korea Selatan, Gregoria Mariska Gagal Lolos ke Perempat Final BAC 2025
Sidang Perdana Yoon Suk Yeol, Mantan Presiden Korea Selatan Diadili dengan Tuduhan Pemberontakan