Hal itu sekaligus memberikan konsistensi permainan, aspek yang menjadi tantangan utama dalam pengembangan shuttlecock sintetis.
Baca Juga: Agung Winarno, Produser Film 'Sang Pengadil' Jadi Tersangka! Diduga Cuci Uang Zarof Ricar
Pada bagian kepala, digunakan gabus komposit (composite cork) yang tetap mempertahankan sensasi pukulan khas shuttlecock tradisional.
Dengan begitu pemain tidak kehilangan feel atau rasa saat kontak dengan raket.
Produk ini dipasarkan dalam kemasan 12 buah per tabung dan ditujukan untuk kebutuhan latihan hingga permainan kompetitif.
Baca Juga: Sungai Ciliwung di Ambang Kolaps, Profesor IPB Desak Reformasi Total Pengelolaan
Dengan harga sekitar Rp412 ribu per tabung, shuttlecock ini menjadi salah satu opsi di segmen menengah yang mengedepankan keseimbangan antara performa dan ketahanan.
Kehadiran seri Carbon Sonic Max ini menambah daftar shuttlecock sintetis yang mulai mendapat perhatian di pasar global.
Seri ini pula yang telah disetujui BWF untuk turnamen resmi junior, selain produk dari Yonex CROSSWIND 70.***
Artikel Terkait
Kisah ‘Rising Star’ Afsel Mencintai Bulu Tangkis setelah Melihat Shuttlecock Melesat Cepat
Air Mata dan Ribuan Uji Shuttlecock, Megha Gambhir Menggebrak Dunia Bulu Tangkis dengan Stupa IRS
BWF Setujui Penggunaan Shuttlecock Sintetis, Ini Dua Merek yang Diperbolehkan
Stok Bulu Angsa Terus Menurun, Penggunaan Shuttlecock Sintetis Tak Bisa Ditunda Lagi