“PBSI Jawa Timur berupaya maksimal dalam penyelenggaraan. Kami juga menerima seluruh peserta yang mendaftar tanpa pembatasan kuota,” ungkap Adi.
Menurut dia, tingginya antusiasme peserta tidak lepas dari posisi strategis Jawa Timur yang mudah dijangkau dari berbagai daerah di Indonesia.
“Sebagai seri pertama di tahun 2026, banyak klub besar ingin memaksimalkan potensi atletnya. Akses menuju Jawa Timur yang relatif mudah juga menjadi salah satu faktor pendukung,” jelasnya.
Dari sisi teknis, panitia juga menaruh perhatian pada efisiensi jadwal dan optimalisasi penggunaan lapangan.
“Kami belajar dari penyelenggaraan sebelumnya untuk memaksimalkan waktu pertandingan serta penggunaan tiga GOR. Kami optimistis pelaksanaan tahun ini dapat berjalan lebih baik,” tambah Adi.
Pada ajang ini, Pelatnas PBSI turut mengirimkan 11 atlet yang akan bertanding di kategori dewasa, terdiri dari sektor ganda putra, ganda putri, dan tunggal putri.
Ricky menegaskan bahwa keikutsertaan atlet Pelatnas menjadi bagian dari proses evaluasi dan pembuktian performa.
“Atlet Pelatnas merupakan pemain terbaik yang telah melalui proses seleksi. Ajang ini menjadi kesempatan untuk mengukur kemampuan mereka saat menghadapi pemain non-Pelatnas. Kami berharap mereka dapat menunjukkan performa terbaiknya,” harap Ricky. ***
Artikel Terkait
PBSI Gaungkan Transformasi dan Penguatan Ekosistem Bulu Tangkis di Hadapan Presiden BWF
Demi Sinkronisasi, Sekjen PBSI Ricky Soebagja Dipercaya sebagai Ketua Pelatwil
Ricky Soebagdja Dapat Tugas Baru Jadi Pelatwil PBSI 2026, Matangkan Koordinasi dengan Pusat untuk Jaring Bibit Pebulu Tangkis Andal Daerah
PBSI Umumkan 2 Duet Baru Ganda Putra Indonesia, Menanti Kembalinya Magis Leo-Daniel!
PBSI Resmi Umumkan Daftar Pemain Piala Thomas dan Uber 2026: Kombinasi Menakutkan Senior-Junior!