Upaya transformasi tersebut, lanjut Fadil, tengah dijalankan, mulai dari pembinaan, manajemen organisasi, hingga pendekatan ke komunitas.
Sebagai negara dengan tradisi kuat di cabang bulu tangkis, Indonesia menempatkan bulutangkis sebagai bagian dari identitas dan kebanggaan bangsa. Namun, masa depan olahraga ini ditegaskan tidak dapat dibangun sendiri.
“Masa depan bulu tangkis ditentukan oleh kolaborasi dengan berbagi pengetahuan, membangun kepercayaan, dan melangkah bersama,” tegas Fadil.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Jabodetabek Selasa 31 Maret 2026: Hujan Ringan Berpeluang Turun Seharian
Selain menjadi forum strategis, rangkaian AGM di Bali juga diharapkan memperkuat tata kelola dan kolaborasi antar anggota federasi di kawasan Asia, sekaligus menghadirkan penyelenggaraan yang profesional dan berkesan bagi seluruh delegasi. ***
Artikel Terkait
PBSI Bangun Bank Data 91 Ribu Atlet Bulu Tangkis Nasional
Alasan Keamanan, PBSI Tarik Thalita dari Orléans Masters 2026 Berhadiah Rp32,4 Miliar
Tunggal Putri Indonesia Mendadak Kosong di Orleans Masters 2026, Ini Alasan Krusial PBSI Tarik Thalita Ramadhani
Tur Eropa 2026 Tanpa Gelar Juara, PBSI Tetap Positif Melihat Perkembangan Alwi Farhan dkk
PBSI Panggil 8 Pemain Baru ke Pelatnas Cipayung, Terbanyak dari PB Djarum