• Sabtu, 18 April 2026

Belum Puas 4 Gelar, Pelatih Naga Api Dorong Ganda Putra Malaysia Juara Japan Open dan China Open 2025

Photo Author
Iqbal Marsya, Konteks.co.id
- Sabtu, 28 Juni 2025 | 18:10 WIB
Herry IP berhasil menciptakan all Malaysian final ganda putra di Malaysia Masters 2025. Kini ia membidik juara Japan dan China Open 2025. (X.com @aaronchiatf24)
Herry IP berhasil menciptakan all Malaysian final ganda putra di Malaysia Masters 2025. Kini ia membidik juara Japan dan China Open 2025. (X.com @aaronchiatf24)


KONTEKS.CO.ID - Herry Iman Pierngadi alias Herry IP mempunyai target pribadi di turnamen Japan Open dan China Open 2025

Pelatih ganda putra Malaysia itu menargetkan anak asuhnya membawa pulang gelar juara turnamen BWF Level 750 dan 1000 tersebut.

Empat gelar yang sudah diraih ganda putra Malaysia di bawah kepelatihannya tak membuat Herry I berpuas diri. 

Baca Juga: Maraknya Pesantren Ilegal Bikin Wakil Rakyat Geram, di Mana Saja?

Pasangan Aaron Chia-Soh Wooi Yik menjadi juara di Badminton Asia Championships 2025, Thailand Open 2025, serta Singapore Open 2025. 

Sementara satu gelar lainnya direbut Man Wei Chong/Tee Kai Wun di Malaysia Masters 2025.

Pelatih berjuluk Si Naga Api tersebut membidik anak didiknya merebut gelar juara Japan Open pada 15-20 Juli mendatang. Dia juga mendorong ganda putra Malaysia membawa pulang gelar Super 1000 China Open pada 22-27 Juli 2025. 

Baca Juga: Update Daftar Skuad Indonesia di Japan Open 2025, Alasan Tiga Wakil Mundur

"Saya mempunyai  target pribadi, berharap salah satu pasangan putra (Malaysia) bisa menjadi juara di Jepang atau China," ungkap Herry IP di Kuala Lumpur, Malaysia, melansir New Straits Times, Sabtu 28 Juni 2029.

Dia juga berharap pasangan Malaysia lainnya, seperti Wan Arif Wan Junaidi-Yap Roy King dan Choong Hon Jian-Haikal Nazri, bisa melaju mengejar ketertinggalan dari dua ganda putra teratas Negeri Jiran itu.

Terlebih semua atlet mempunyai waktu untuk menyesuaikan diri dengan program latihannya.

Baca Juga: Mimpi Prabowo Terwujud, PT PAL Bangun Kapal Induk Helikopter dan Drone Mulai Tahun 2027

"Setiap pasangan berbeda. Aaron-Wooi Yik hanya butuh waktu tiga bulan untuk beradaptasi dengan gaya latihan saya dengan kematangan mereka. Jadi saya harus memberikan waktu kepada yang lain agar bisa mengejar ketertinggalannya," katanya.

Sebelumnya, coach berusia 62 tahun ini sempat disinggung soal target yang dibebankan oleh Badminton Association of Malaysia (BAM). 

"Bicara target nggak per turnamen. Di Malaysia targetnya per satu tahun itu. Super 1000 berapa kali juaranya, 750 berapa, 500 berapa kali juara. Jadi tidak per nama turnamen, tapi levelnya saja," bebernya.

Baca Juga: Kluivert Incar 4 Pemain Keturunan Eropa, Siap Bawa Timnas Indonesia Tembus Piala Dunia 2026?

Itu pun tergantung pemainnya. Misalnya, Aaron-Chia, dan Man Wei Chong-Kai Wun Tee, dan pasangan bawahnya itu tak sama. Aaron-Chia Super 1000-nya sudah dapat satu di Kejuaraan Asia," sebutnya. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Iqbal Marsya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X