Sementara itu, Verstappen sendiri terlihat santai menanggapi kritik tersebut.
Ia mengatakan bahwa semua orang berhak punya pendapat—walau jelas, ia tidak setuju dengan tudingan pembalasan.
Baca Juga: Pengelola TMII dan Pedagang Gelar Mediasi Usai Ricuh Larangan Berdagang, Polisi: Urusan Perut!
Kontroversi Berlanjut, Sanksi Dinilai Kurang Tegas
Insiden ini memicu perdebatan baru soal konsistensi hukuman di Formula 1.
Banyak penggemar dan pengamat menilai tindakan Verstappen layak dihukum lebih berat jika benar ada unsur kesengajaan.
Walaupun penalti tersebut tak mengubah posisi akhir secara signifikan karena jarak waktu yang cukup, momen ini tetap mencoreng penampilan Verstappen sepanjang sisa balapan.
Baca Juga: Singgung Peran Megawati dan Hasto, Adian Napitupulu: PDIP Terpopuler karena Kepercayaan Rakyat
Bukan tidak mungkin FIA akan mengkaji ulang aturan soal perilaku “balas dendam” di lintasan.***
Artikel Terkait
Tan Joe Hok Tinggalkan Warisan Besar dalam Semangat Nasionalisme lewat Bulu Tangkis
Harga Murah Tapi Tiket Indonesia Open 2025 Tidak Sold Out, Minat Penonton Bulu Tangkis Turun?
Minat Nonton Makin Turun, Armand Darmadji: H-1 Tiket Indonesia Open 2025 Baru Sold 70 Persen
Nonton Indonesia Open 2025 Tayang di TVRI, Vidio, dan Vision, Ini Daftar Pemain dan Jadwal Tanding
Hasil Indonesia Open 2025: Rachel-Trias Kalah, Jafar-Felisha Melangkah Mulus