Selat Lombok sendiri memiliki arti strategis tinggi, tidak hanya bagi perdagangan global, tetapi juga pergerakan militer, termasuk akses menuju kawasan sensitif seperti Laut China Selatan.
Baca Juga: Waspada Penipuan Digital, ‘Call Hening’ Bisa Berujung Phishing hingga Pencurian OTP
Meski isu ini berpotensi memicu ketegangan, para pengamat menilai Indonesia kemungkinan akan menangani kasus ini secara hati-hati dan tidak terlalu terbuka.
“Indonesia cenderung menyelesaikan isu seperti ini secara low profile tanpa menarik perhatian besar,” kata Koh.
Temuan ini kembali menyoroti meningkatnya persaingan geopolitik di kawasan, terutama terkait penguasaan informasi dan kontrol wilayah bawah laut.***