KONTEKS.CO.ID - Kanada menempatkan Indonesia sebagai salah satu penerima utama pendanaan pembangunan dalam paket kerja sama internasional terbaru.
Sejumlah proyek diarahkan untuk memperkuat UMKM, ketahanan iklim, kesetaraan gender, dan layanan kesehatan.
Melalui proyek Climate Resilient Agri-Food Trade Promotion Support, Kanada mengalokasikan dana USD5 juta atau sekitar Rp84,4 miliar selama enam tahun.
Baca Juga: Kanada Kucurkan Lebih dari Rp2,1 Triliun untuk Proyek Pembangunan di Asia Tenggara dan Pasifik
Program ini mendukung UMKM sektor pangan olahan, terutama yang dipimpin perempuan dan kelompok kurang terwakili.
Pendanaan serupa sebesar USD5 juta (sekitar Rp84,4 miliar) juga disalurkan untuk proyek Economic Linkages for Enhanced Value, Trade and Exports.
Inisiatif ini menargetkan 400 UMKM Indonesia guna meningkatkan kesiapan ekspor dan daya saing internasional.
Baca Juga: Kamera Satelit NASA Tangkap Fenomena Laut Indonesia Semakin Gelap, Apa Artinya?
Di bidang sosial dan lingkungan, Kanada mendukung proyek Youth Networks for a Sustainable Gender Movement and Climate Action senilai USD4,1 juta (sekitar Rp69,2 miliar)
Program ini berfokus pada penguatan kapasitas pemuda di wilayah rentan iklim melalui pertanian cerdas iklim dan adaptasi inklusif.
Kanada juga mendanai proyek Women Lead in Climate Action senilai USD3,9 juta (sekitar Rp65,8 miliar) untuk memperkuat kepemimpinan perempuan dalam aksi iklim.
Baca Juga: Wisata Spiritual Kian Menggeliat, Pemerintah Dorong Candi Prambanan Jadi Living Heritage
Selain itu, proyek Canada-Indonesia Partnership for Midwifery Strengthening mendapat dukungan USD4,6 juta (sekitar Rp77,6 miliar) guna meningkatkan kualitas pendidikan kebidanan.
Seluruh inisiatif tersebut turut mendukung prioritas pembangunan nasional Indonesia.