• Sabtu, 18 April 2026

Kamera Satelit NASA Tangkap Fenomena Laut Indonesia Semakin Gelap, Apa Artinya?

Photo Author
Iqbal Marsya, Konteks.co.id
- Selasa, 20 Januari 2026 | 07:38 WIB
Kamera satelit NASA mengungkap Laut Indonesia yang semakin gelap. (Foto: Wikipedia-thebrighterside)
Kamera satelit NASA mengungkap Laut Indonesia yang semakin gelap. (Foto: Wikipedia-thebrighterside)

KONTEKS.CO.ID – Para ilmuwan di Universitas Plymouth dan Laboratorium Kelautan Plymouth mengungkap kondisi terakhir laut di perairan Indonesia.

Berdasarkan data yang mereka miliki, laut Indonesia terpantau semakin gelap.

Dalam risetnya, ilmuwan Universitas Plymouth dan Laboratorium Kelautan Plymouth menemukan bukti, sebagian besar lautan dunia semakin gelap.

Baca Juga: Tiba di Inggris, Prabowo Dorong Kerja Sama 4 Pilar Utama Perkuat Hubungan Bilateral

Sedangkan zona yang diterangi Matahari, yang sangat penting bagi organisme laut, ukurannya semakin berkurang.

Data yang dikumpulkan selama dua dekade terakhir menunjukkan bahwa seperlima dari lautan global telah terpengaruh oleh fenomena ini.

Tim peneliti melakukan analisis global dari tahun 2003 hingga 2022, menentukan jumlah cahaya yang menembus permukaan laut. Para peneliti percaya bahwa perubahan ini menunjukkan pergeseran lingkungan yang substansial, yang akan berdampak pada pola migrasi ikan dan kemampuan laut untuk membantu mengurangi perubahan iklim.

Baca Juga: Pastikan Tak Ada Agenda Revisi UU Pilkada di DPR, Dasco: Fokus Revisi UU Pemilu

Temuan mereka menunjukkan bahwa zona perairan biru di sebelah timur Indonesia telah menjadi gelap, sementara wilayah lain juga mengalami kehilangan cahaya yang signifikan di lapisan yang lebih dalam, termasuk Samudra Pasifik Utara, Samudra Hindia Utara, dan Samudra Selatan.

Para peneliti menggunakan data jangka panjang dari citra satelit untuk mengukur perubahan yang terjadi di zona fotik, yaitu lapisan atas laut tempat sinar Matahari dan cahaya Bulan menembus cukup dalam untuk merangsang sistem kehidupan.

Sekitar 90% spesies laut bergantung pada wilayah ini, yang mencapai kedalaman lebih dari sekitar 200 m.

Mengukur Cahaya di Laut yang Berubah

Untuk memantau perubahan ini dari waktu ke waktu, para peneliti menggunakan data dari Ocean Color Web NASA, yang mengkategorikan lautan global ke dalam kotak grid sekitar 9 km.

Menurut laporan The Brighter Side, mengutip Selasa 20 Januari 2026, tim peneliti mempelajari bagaimana warna dan kejernihan laut berubah setiap tahun dengan data dari satelit.

Mereka kemudian dapat menentukan laju degradasi cahaya dengan jarak dari permukaan berbagai wilayah laut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Iqbal Marsya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X