KONTEKS.CO.ID – Para ilmuwan di Universitas Plymouth dan Laboratorium Kelautan Plymouth mengungkap kondisi terakhir laut di perairan Indonesia.
Berdasarkan data yang mereka miliki, laut Indonesia terpantau semakin gelap.
Dalam risetnya, ilmuwan Universitas Plymouth dan Laboratorium Kelautan Plymouth menemukan bukti, sebagian besar lautan dunia semakin gelap.
Baca Juga: Tiba di Inggris, Prabowo Dorong Kerja Sama 4 Pilar Utama Perkuat Hubungan Bilateral
Sedangkan zona yang diterangi Matahari, yang sangat penting bagi organisme laut, ukurannya semakin berkurang.
Data yang dikumpulkan selama dua dekade terakhir menunjukkan bahwa seperlima dari lautan global telah terpengaruh oleh fenomena ini.
Tim peneliti melakukan analisis global dari tahun 2003 hingga 2022, menentukan jumlah cahaya yang menembus permukaan laut. Para peneliti percaya bahwa perubahan ini menunjukkan pergeseran lingkungan yang substansial, yang akan berdampak pada pola migrasi ikan dan kemampuan laut untuk membantu mengurangi perubahan iklim.
Baca Juga: Pastikan Tak Ada Agenda Revisi UU Pilkada di DPR, Dasco: Fokus Revisi UU Pemilu
Temuan mereka menunjukkan bahwa zona perairan biru di sebelah timur Indonesia telah menjadi gelap, sementara wilayah lain juga mengalami kehilangan cahaya yang signifikan di lapisan yang lebih dalam, termasuk Samudra Pasifik Utara, Samudra Hindia Utara, dan Samudra Selatan.
Para peneliti menggunakan data jangka panjang dari citra satelit untuk mengukur perubahan yang terjadi di zona fotik, yaitu lapisan atas laut tempat sinar Matahari dan cahaya Bulan menembus cukup dalam untuk merangsang sistem kehidupan.
Sekitar 90% spesies laut bergantung pada wilayah ini, yang mencapai kedalaman lebih dari sekitar 200 m.
Mengukur Cahaya di Laut yang Berubah
Untuk memantau perubahan ini dari waktu ke waktu, para peneliti menggunakan data dari Ocean Color Web NASA, yang mengkategorikan lautan global ke dalam kotak grid sekitar 9 km.
Menurut laporan The Brighter Side, mengutip Selasa 20 Januari 2026, tim peneliti mempelajari bagaimana warna dan kejernihan laut berubah setiap tahun dengan data dari satelit.
Mereka kemudian dapat menentukan laju degradasi cahaya dengan jarak dari permukaan berbagai wilayah laut.
Artikel Terkait
Rumput Laut Indonesia Catatkan Potensi Transaksi 10 Juta USD di Pameran Eropa
Jelang HUT Ke-80 TNI, Peringkat Angkatan Laut Indonesia Ada di Peringkat 4 Dunia: Cuma Kalah dari AS, China, dan Rusia
4 Mahasiswa STEI ITB Ciptakan AIM-X Aplikasi Prediksi Tumbukan Asteroid dan Bumi, Ilmuwan NASA Geleng-geleng Kepala
Ajaib! Warga Bitung Berhasil Kontak Astronot NASA dari Bumi Pakai Alat Amatir, Begini Kronologinya
Top! Berbekal Laptop dan Hobi Coding, Riski Muhammad Ivan, Remaja asal Lampung Berhasil Menembus Sistem Keamanan NASA yang Tangguh