KONTEKS.CO.ID - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memaparkan sejumlah faktor utama yang menjadi akar penyebab keracunan Makan Bergizi Gratis atau MBG yang terjadi belakangan ini.
Hasil investigasi menunjukkan, peristiwa keracunan sebagian besar dipicu kelemahan dalam pengendalian keamanan pangan.
Kelemahan itu terjadi sejak proses penerimaan bahan baku hingga distribusi makanan.
Baca Juga: BPOM Temukan Bangunan dan Higienitas SPPG Buruk, Penyebab Siswa Keracunan MBG
“Salah satu penyebab dominan adalah kontaminasi silang,” ucap Taruna Ikrar, Kepala BPOM, dalam raker dengan Komisi IX DPR di Gedung Parlemen, Jakarta, Rabu 1 Oktober 2025.
Kontaminasi ini dapat terjadi dari bahan mentah, lingkungan pengolahan, maupun para penjamah pangan (food handler) selama proses pengolahan makanan.
Kondisi tersebut membuat pangan lebih rentan tercemar bakteri atau mikroba berbahaya.
Baca Juga: Ombudsman Sebut Ini Tantangan Terberat Pelaksanaan MBG
Selain itu, pertumbuhan dan perkembangbiakan bakteri juga dipicu ketidaksesuaian suhu dan waktu saat pengolahan, penyimpanan, maupun distribusi makanan.
“Situasi itu memperburuk kualitas pangan dan meningkatkan risiko keracunan,” ujarnya.
BPOM juga menyoroti kegagalan pengendalian aspek dasar keamanan pangan, seperti higienitas, sanitasi, serta pengawasan suhu.
Praktik penanganan pangan yang tidak sesuai standar, ditambah lemahnya monitoring penerimaan bahan baku segar.
“Itu menjadi faktor lain yang mempertinggi potensi terjadinya keracunan massal,” kata Taruna.