KONTEKS.CO.ID - Kementerian Agama (Kemenag) melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menjelaskan terkait keterlambatan jemaah Indonesia ke Mina.
Jemaah di Muzdalifah yang seharusnya bergerak ke Mina terlambat dari target waktu yang ditentukan.
Menurut PPIH, seluruh jemaah haji Indonesia sudah meninggalkan Muzdalifah pada 09.40 waktu Arab Saudi pada 11 Zulhijjah 1446.
Baca Juga: Preview Jerman Vs Prancis: Duel Perebutan Posisi Tiga UEFA Nations League 2025
Padahal, target awal adalah pukul 09.00 wakku Arab Saudi.
"Realisasi di lapangan, pemberangkatan jemaah haji dari Muzdalifah ke Mina secara umum dimulai tepat waktu,” kata Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Hilman Latief, menukil laman resmi Kemenag pada Minggu, 8 Juni 2025.
Pihak otoritas Arab Saudi menyebutkan, jemaah haji berangkat ke Mina dari Muzdalifah pada 10 Zulhijjah 1446 pukul 23.35 waktu Arab Saudi.
Baca Juga: Preview Portugal Vs Spanyol: Laga Final UEFA Nations League 2025
"Namun secara keseluruhan, proses evakuasi berhasil dilakukan dan Muzdalifah dinyatakan kosong dari jemaah haji Indonesia pada pukul 09.40 WAS, terlambat 40 menit dari target yang ditetapkan,” ujarnya.
Hilman menjelaskan, ada masalah jadwal bus yang tidak konsisten.
Penyebabnya, antrean ribuan bus yang dioperasikan usai pukul 00.00 WAS, jadwal keberangkatan bus yang direncanakan terkendala di lapangan.
Selain itu, ada masalah waktu saat bus putar balik dari Mina menuju Muzdalifah.
Pasalnya, beberapa jam pada rentang waktu tertentu karena kepadatan lalu lintas.