• Sabtu, 18 April 2026

Katarak di Usia Muda, Mari Kenali Faktor Penyebabnya

Photo Author
Eko Priliawito, Konteks.co.id
- Kamis, 10 April 2025 | 08:54 WIB
Mata Lelah saat Bekerja, Atasi dengan Cara Ini (Foto:pexels)
Mata Lelah saat Bekerja, Atasi dengan Cara Ini (Foto:pexels)



KONTEKS.CO.ID -
Katarak merupakan penyakit gangguan penglihatan yang identik dialami lansia. Secara sederhana, gangguan ini merupakan pengembangan dari keadaan tidak tembus cahaya dalam lensa mata yang mengakibatkan kekeruhan pada sebagian maupun keseluruhan lensa mata.

Dr. Kevin, SpM dari KMN EyeCare menyampaikan, keruhnya lensa mata membuat cahaya sulit mencapai retina. Kondisi inilah yang menyebabkan berkurangnya penglihatan dari penderita.

Faktor risiko penyebab katarak terjadi pada seseorang yang memiliki usia lanjut, yaitu mulai dari 40 tahun hingga 60 tahun.

Seiring bertambahnya usia, gangguan pada struktur lensa dan akumulasi pigmen menjadikan penderita semakin susah untuk melihat objek yang ada di depannya.

Baca Juga: Laporan Al Jazeera: Rupiah Anjlok karena Kebijakan Prabowo, Mulai dari Danantara hingga UU TNI

Pada beberapa kondisi, gejala gangguan penglihatan juga dialami oleh seseorang yang menginjak usia 30 tahun. Kondisi ini disebut dengan istilah early onset cataract atau juvenile cataract.

Deteksi Gejala Katarak Sejak Dini

Katarak menjadi salah satu penyebab kebutaan paling besar di dunia. Menurut data hasil Survei Indera Penglihatan dan Pendengaran tahun 1993-1996, menunjukkan bawa angka kebutaan di Indonesia telah mencapai 1,5%.

Pada tahun 2013, angka ini sudah menurun menjadi 0,9% dan katarak menjadi penyebab lebih dari separuh angka kebutaan tersebut.

Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Republik Indonesia menjelaskan beberapa ciri-ciri awal penyakit katarak.

Banyak penderita yang awalnya tidak merasakan gejala apapun, tapi ketika katarak mulai meluas, akan muncul noda putih yang menutupi lensa mata.

Selanjutnya, penderita akan mengalami distorsi pandangan. Pandangan mata menjadi buram seperti ada asap di depan mata.

Baca Juga: Akui Bau Menyengat Bahan Kimia Elnusa Petrofin, Sudin Kesehatan Pemkot Jakarta Utara Rekomendasikan Relokasi Warga

Beberapa penderita mengeluh kesulitan melihat pada malam hari sehingga membutuhkan cahaya yang lebih terang. Pandangan terhadap warna terang menjadi berkurang dan cenderung menguning. 

Sensitivitas terhadap cahaya menjadi tinggi. Kemudian, jika melihat objek dengan satu mata saja akan terlihat seperti ganda.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Eko Priliawito

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X