kriminal

Sosok Diplomat Arya Daru di Mata Keluarga, Suka Menulis dan Luwes Bercerita

Rabu, 9 Juli 2025 | 16:09 WIB
Diplomat fungsional muda, Arya Daru Pangayunan, ditemukan tewas di indekosnya.



KONTEKS.CO.ID
- Kabar duka datang dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Diplomat fungsional muda,
Arya Daru Pangayunan, ditemukan tewas di indekosnya yang terletak di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa, 8 Juli 2025.

Jenazah Arya, yang akrab disapa Ndaru oleh keluarga dan orang-orang terdekatnya, saat ini tengah dalam proses pemulangan ke kampung halamannya di Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Kakak ipar almarhum, Meta Bagus, menyampaikan bahwa jenazah diperkirakan tiba di rumah duka pada Rabu sore, 9 Juli 2025.

“Insyaallah (jenazah) sampai di sini. Kita semayamkan, kita doakan bersama,” ujar Meta kepada awak media di rumah duka.

Baca Juga: Taufik Hidayat dan Sekjen HIPMI Anggawira Diangkat Jadi Komisaris PLN EPI, Dapat Tujuh Pesan Khusus

Jenazah Arya dijemput langsung oleh istri dan anak-anaknya, serta sejumlah anggota keluarga yang berada di Jakarta.

Rencananya, proses pemakaman akan dilakukan pada hari yang sama di Pemakaman Sunthen, Jomblangan, tak jauh dari rumah duka.

“Pemakaman Sunthen kurang lebih sekitar 3 kilometer dari sini,” kata Meta.

Sosok Ceria dan Gemar Menulis

Di mata keluarga, Arya dikenal sebagai pribadi yang ceria, cerdas, dan menyenangkan. Meta Bagus mengenang almarhum sebagai sosok yang gemar menulis dengan gaya bercerita yang tidak kaku, bahkan sempat menulis sebuah buku meskipun judulnya kini luput dari ingatan.

Baca Juga: Istana Bantah Presiden Prabowo Tugaskan Wapres Gibran Berkantor di Papua

“Dia pernah nulis buku tapi saya lupa judulnya apa. Saya senang, alur ceritanya enak. Ia menulis dari sudut pandang yang tidak kaku,” katanya.

Bagi Meta dan keluarga besar, Arya bukan hanya diplomat yang bertugas di Kemlu, tetapi juga pribadi yang selalu hangat dan dekat.

“Ndaru itu selalu menyenangkan, dan saya tidak ingin ada kenangan lain selain itu,” ujarnya dengan suara bergetar.

Baca Juga: WHO Minta Kenaikan Cukai Rokok 50 Persen, Ekonom Kesehatan Sebut ini Sangat Mendesak

Halaman:

Tags

Terkini