KONTEKS.CO.ID - Mahasiswa arsitektur Universitas Indonesia (UI) berhasil mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.
Dua tim dari Fakultas Teknik UI meraih peringkat kedua dan peringkat ketiga dalam kompetisi 'Architecture Student Contest (ASC) 2025'.
Kompetisi atau lomba ini berkelas internasional atau dunia yang diikuti lebih dari 1.300 mahasiswa dari 30 negara.
Kompetisi ini diselenggarakan Saint-Gobain, perusahaan global asal Prancis yang bergerak di bidang bahan bangunan dan inovasi berkelanjutan.
Perusahaan ini sudah berdiri sejak abad ke-17 dan dikenal mendukung desain arsitektur yang ramah lingkungan.
Baca Juga: Muncul Kabar Apple Uji Kamera 200 MP Menjelang Siklus Perubahan Desain iPhone
Dua Proyek, Satu Visi: Arsitektur untuk Masa Depan
Tim pertama UI yang meraih juara 2 terdiri dari Vine Novia Pakpahan, Syahlaisa Afra Amani, dan Luqman Kamaludin.
Mereka mengusung proyek berjudul "The Flux" yang mengangkat tema sirkularitas dalam arsitektur.
Idenya adalah bagaimana desain bangunan bisa terhubung dengan alam, manusia, dan budaya secara berkelanjutan.
Baca Juga: Wuling New Air EV: Mobil Listrik Mungil Kaya Teknologi Modern dan Desain Futuristik
Proyek mereka mencakup dua lokasi di Prancis, yaitu revitalisasi gedung tua di Chimilin menjadi pusat digital ramah lingkungan, serta pembangunan laboratorium dan asrama baru di Villefontaine.
“Desain kami menggunakan bahan lokal, hemat energi, dan peka terhadap kondisi air,” jelas Syahlaisa.
Sementara, tim kedua yang meraih juara 3 beranggotakan Zahari Syafi Arradhin, Valencia Yvonne, dan Kevin Suryawijaya.
Artikel Terkait
Akbar Tanjung Arsitek Jembatan Anies dan Golkar
Seorang Arsitek Sedang Merancang Sebuah Rumah, Berapa Luas Rumah Ini?