• Sabtu, 18 April 2026

ITS Kenalin Benwit, Bensin dari Sawit yang Bikin Petani Nggak Pusing Lagi Sama Harga BBM Dunia

Photo Author
Rat Nugra, Konteks.co.id
- Kamis, 9 April 2026 | 22:00 WIB
Peneliti ITS sulap minyak sawit jadi bensin alias Benwit yang ramah lingkungan. (Instagram @arek.its)
Peneliti ITS sulap minyak sawit jadi bensin alias Benwit yang ramah lingkungan. (Instagram @arek.its)

KONTEKS.CO.ID - Di tengah isu krisis energi global yang makin chaos, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya sukses meluncurkan inovasi yang bikin bangga yaitu "Benwit".

Nama ini merupakan singkatan dari bensin berbahan dasar sawit, sebuah alternatif energi baru terbarukan (EBT) yang rendah emisi dan siap jadi game changer di industri bahan bakar nasional.

Langkah ini selaras dengan misi pemerintah untuk segera move on dari ketergantungan energi fosil menuju bauran energi bersih yang lebih sustainable.

Baca Juga: Jakarta Kota Teraman di ASEAN Nomor 2, Pramono Anung: Salip Bangkok dan Manila!

Rahasia di Balik Teknologi Catalytic Cracking

Bukan sulap bukan sihir, tim peneliti dari Departemen Teknik Material dan Metalurgi ITS menggunakan metode catalytic cracking untuk memecah molekul Crude Palm Oil (CPO).

Hosta Ardhyananta, salah satu peneliti utama, menjelaskan bahwa mereka menggunakan katalis berbasis alumina sebagai "gunting molekuler" untuk mengubah minyak mentah menjadi fraksi hidrokarbon ringan.

Hasilnya nggak main-main. Rendemen biogasoline yang dihasilkan mencapai 83 persen dengan komponen utama hidrokarbon rantai pendek (C5 hingga C11), persis seperti karakteristik bensin komersial yang kita pakai sehari-hari.

Baca Juga: Gadis Minang Guncang Miss Norway 2026: Sosok Ayu Zhafira, Finalis Diaspora yang Bawa Misi Kemanusiaan ke Dunia

"Inovasi ini fokus pada konversi minyak mentah kelapa sawit yang padat menjadi produk bensin biogasoline yang siap digunakan. Melalui biogasoline sawit ini juga, para petani tidak lagi bergantung sepenuhnya pada bensin yang berasal dari minyak bumi yang harganya fluktuatif," ungkap Hosta Ardhyananta.

Zero Waste & Zero Emission

Menariknya, Benwit menerapkan prinsip zero emission. Residu cair dari proses produksinya tidak dibuang begitu saja menjadi limbah. Karena sifatnya mirip oli atau minyak jelantah, sisa proses ini bisa dialihfungsikan kembali sebagai bahan bakar kompor.

Saat ini, teknologi Benwit sudah mulai diimplementasikan pada mesin-mesin pertanian. Tujuannya jelas: memproteksi para petani dari hantaman harga BBM dunia yang nggak menentu.

Baca Juga: Fondasi 4G Ternyata Milik Ilmuwan Kediri: Biodata Khoirul Anwar, Jurus Genki Dama, dan Inovasi yang Diakui Dunia

Siap Menuju Proyek Nasional

Melihat potensi besar ini, Rektor ITS, Prof. Bambang Pramujati, menilai Benwit adalah peluang besar bagi Indonesia untuk menguatkan kemandirian energi, terutama saat konflik global memicu kelangkaan bahan bakar.

Direktur Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) ITS, Fadlilatul Taufany, menegaskan pihaknya bakal segera gercep berkoordinasi dengan Kementerian ESDM.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Rat Nugra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X