di tengah pemantauan terhadap inflasi. Pernyataan ini muncul sehari setelah Presiden AS Donald Trump kembali menekan The Fed untuk segera menurunkan suku bunga.
Dalam sidang di Komite Layanan Keuangan DPR AS, Powell menyatakan bahwa keputusan The Fed tetap independen dan berdasarkan kondisi ekonomi, bukan tekanan politik.
“Orang-orang dapat yakin bahwa kami akan terus melakukan pekerjaan kami, membuat keputusan berdasarkan apa yang terjadi dalam perekonomian,” ujar Jerome Powell seperti dikutip Kamis, 13 Februari 2025.
Baca Juga: MotoGP Kurangi Jumlah Seri di Semenanjung Iberia, Mana Bakal Dicoret?
Ketika ditanya apakah pernyataan pejabat terpilih, dalam hal ini Trump, dapat mempengaruhi keputusan The Fed, Powell menjawab dengan tegas, "Itu benar."
Trump Beri Tekanan, Pasar Tetap Skeptis
Trump sebelumnya secara terbuka meminta penghentian suku bunga "segera" setelah kembali berhenti. Namun, The Fed tetap mempertahankan suku bunga dalam pertemuan akhir Januari, keputusan yang sempat dipuji Trump.
Namun, pada Rabu, 12 Februari 2025 Trump kembali menekan The Fed, kali ini dengan nada lebih keras. Ia menyatakan bahwa kebijakan moneter harus lebih longgar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
Baca Juga: Siaran Langsung Iran Vs Indonesia di Piala Asia U-20, Saksikan Timnas U-20 Live di RCTI
Meski begitu, pasar keuangan justru menunjukkan ekspektasi bahwa The Fed akan tetap mempertahankan suku bunga hingga Juni atau Juli, dengan kemungkinan tidak ada pemangkasan lebih lanjut sepanjang tahun ini.
Beberapa ekonom, termasuk Bank of America, bahkan berspekulasi bahwa The Fed tidak akan memangkas suku bunga sama sekali pada 2025, setelah menurunkannya satu poin persentase penuh sepanjang 2024.
Inflasi AS Masih Panas, Pemangkasan Suku Bunga Bisa Ditunda
Desakan terhadap kebijakan The Fed semakin besar setelah Biro Statistik Tenaga Kerja AS merilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) atau Indeks Harga Konsumen (CPI) Januari 2025.
Baca Juga: 7 Drama dan Film yang Dibintangi Jinyoung, Terbaru You Are The Apple of My Eye
Inflasi tahunan AS masih berada di level 3%, lebih tinggi dari target 2% yang diinginkan The Fed. Hal ini memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral kemungkinan akan menunda pemangkasan suku bunga hingga September 2025 atau bahkan lebih lama.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent menegaskan bahwa fokus utama pemerintah adalah menurunkan imbal hasil treasury 10 tahun, bukan hanya suku bunga jangka pendek. Namun, komentar Trump pada hari Rabu menunjukkan adanya perubahan strategi untuk menekan The Fed agar segera melonggarkan kebijakan moneter.
Akankah The Fed Menuruti Trump?
Saat ini, The Fed masih berpegang pada pendekatan hati-hati sembari menunggu perkembangan inflasi sebelum mengambil keputusan lebih lanjut. Powell dan pejabat The Fed lainnya menyatakan bahwa kebijakan moneter tidak akan mempengaruhi tekanan politik.