KONTEKS.CO.ID - Ambisi Indonesia mempercepat adopsi kendaraan listrik menghadapi ujian serius.
Industri sepeda motor listrik menilai target penjualan 100 ribu unit pada 2026 sulit tercapai tanpa dukungan insentif dari pemerintah.
Ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli), Budi Setyadi, secara terbuka meminta pemerintah kembali memberikan subsidi bagi konsumen.
Baca Juga: Diam-diam Iran Buka Komunikasi dengan Turki di Tengah Gencatan Senjata, Ada Apa?
“Jika ada dukungan atau subsidi dari pemerintah, kami yakin penjualan bisa mencapai 100 ribu unit,” ujar Budi.
Tanpa subsidi, industri hanya memasang target konservatif di angka 70 ribu unit.
Jumlah itu sedikit di atas pencapaian sekitar 61 ribu unit pada 2025.
Baca Juga: Bukan Teknologi, Indonesia Bisa Sukses Pensiunkan Diesel dengan Replikasi
Artinya, tanpa intervensi kebijakan, pertumbuhan pasar diprediksi melambat.
Padahal, pengalaman sebelumnya menunjukkan dampak signifikan dari insentif.
Pada 2024 saat pemerintah memberikan subsidi Rp7 juta per unit untuk motor listrik dengan kandungan lokal minimal 40 persen, penjualan mampu menembus 77 ribu unit.
Baca Juga: Di Tengah Tugas Negara, Prabowo Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun ke Titiek Soeharto
Budi menilai potensi pasar sebenarnya jauh lebih besar. Namun, ketidakpastian kebijakan menjadi hambatan utama.
Ia juga mengingatkan pemerintah agar tidak mengulangi jeda panjang antara pengumuman dan implementasi kebijakan.