KONTEKS.CO.ID - Merek otomotif asal China mulai menunjukkan taringnya di pasar Indonesia
Fakta itu terutama di segmen kendaraan listrik, yang perlahan menggeser peta persaingan industri.
BYD menjadi sorotan setelah berhasil menembus enam besar dengan penjualan 10.265 unit atau 4,8 persen pangsa pasar.
Baca Juga: Kuasai 60 Persen Pasar, Merek Jepang Masih Dominasi Penjualan Mobil Indonesia Kuartal I
Penxlcapaian ini mencerminkan meningkatnya minat konsumen terhadap kendaraan elektrifikasi.
Lebih mengejutkan, Jaecoo, merek baru di bawah grup Chery yang baru lima bulan masuk Indonesia, langsung melesat ke posisi ketujuh dengan 7.927 unit (3,7 persen).
Angka itu mengungguli Hyundai yang mencatatkan 4.824 unit (2,3 persen).
Baca Juga: Stok Tembus 4,7 Juta Ton, Bulog Optimistis Cadangan Beras Capai 5 Juta Ton
Daftar 10 besar dilengkapi oleh Wuling dengan 3.643 unit (1,7 persen) dan Chery dengan 3.433 unit (1,6 persen).
Di sisi lain, merek premium seperti BMW (644 unit), Lexus (258 unit), dan Mercedes-Benz (242 unit) tetap bermain di ceruk pasar dengan kontribusi terbatas.
Sejumlah pendatang baru juga mulai menancapkan kehadiran, seperti VinFast (601 unit), Jetour (591 unit), dan Xpeng (434 unit).
Meski pasar mobil penumpang Indonesia pada kuartal I 2026 masih dikuasai merek Jepang, agresivitas pabrikan China.
Hal itu terutama di segmen kendaraan listrik, menjadi sinyal kuat bahwa persaingan ke depan akan semakin ketat.