Menurut JK, mempertahankan harga BBM seperti sebelum konflik antara Iran dan AS-Israel justru membuat masyarakat tidak berhemat.
"Dia akan (menciptakan) jalan macet jalan karena murah BBM. Di samping itu subsidi akan meningkat terus. Nah, kalau meningkat terus maka utang naik terus," sebutnya.
Dia juga menilai, kenaikan utang justru lebih berbahaya dalam jangka panjang yang akhirnya akan dirasakan seluruh masyarakat Indonesia.***