Dalam keterangannya, Purbaya menyebut dirinya baru mengetahui akan ditunjuk sebagai Menkeu beberapa jam sebelum pelantikan.
“Pesan Presiden adalah mengembalikan arah ekonomi, ciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat, secepat mungkin. Itu yang akan kita kerjakan ke depan,” ujar Purbaya, Senin, 8 September 2025 di Kantor Kemenkeu.
Baca Juga: Respons Pergantian Sri Mulyani: Saham Rokok Melejit, IHSG Tertekan
Analisis Pasar: Rupiah Masih Bisa Berbalik
Meski melemah tajam hari ini, sebagian analis percaya tekanan rupiah tidak akan berlangsung lama.
Ibrahim Assuaibi, analis pasar keuangan, menilai pasar hanya bereaksi spontan terhadap pergantian Menkeu.
“Reshuffle kabinet terhadap Sri Mulyani berdampak negatif saat ini. Tetapi di hari berikutnya, walaupun melemah, pelemahannya tidak terlalu tajam,” jelas Ibrahim, Selasa 9 September 2025.
Baca Juga: Kaya Fitur Canggih, RoboGo Besutan Mahasiswa ITS Bisa Cegah 'Jokowi' Masuk Gorong-Gorong
Ia memperkirakan kurs rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.300–Rp16.350 per dolar AS dalam waktu dekat.
Selain faktor domestik, rupiah juga dipengaruhi oleh kondisi eksternal. Indeks dolar AS tertekan karena pasar global masih menanti keputusan The Fed soal kemungkinan pemangkasan suku bunga.
Melemahnya rupiah menjadi ujian pertama bagi Purbaya Yudhi Sadewa di kursi Menteri Keuangan.
Pasar masih menanti gebrakan kebijakan apa yang akan ditempuh untuk menjaga stabilitas fiskal sekaligus mengembalikan kepercayaan investor.
Baca Juga: Mahfud MD Nilai Ada Pertimbangan Politis di Balik Pencopotan Budi Gunawan Sebagai Menko Polkam
Pada akhirnya, efek reshuffle kabinet bukan hanya soal pergantian wajah, tetapi juga ujian kepercayaan.
Jika Menkeu baru mampu menunjukkan strategi jelas dan cepat, rupiah berpotensi kembali stabil.
Namun untuk saat ini, pasar masih waspada, dan rupiah harus menanggung akibat dari ketidakpastian tersebut.***