ekonomi

Prof Didik Nilai Narasi Ambil 51 Persen Saham BCA Rusak Sistem Perbankan

Jumat, 22 Agustus 2025 | 06:48 WIB
Utang BLBI BCA bikin negara rugi Rp78 triliun (Foto: Unsplash.com/HendraJn)

KONTEKS.CO.ID - Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J Rachbini, menilai, narasi ambil paksa 51 persen saham Bank BCA akan merusak sistem yang sudah baik.

Prof Didik di Jakarta, Jumat, 22 Agustus 2025, mengatakan, tidak mudah membangun atau membangkitkan kembali sektor keuangan pascadihantam krisis beberapa lalu.

"Setelah restrukturisasi yang melelahkan dan bahkan menyakitkan, kondisi perbankan sebenarnya sudah bertransformasi cukup kuat," katanya.

Baca Juga: Prof Didik: Ambil Paksa 51 Persen Saham BCA Narasi Berbahaya

Ini merupakan kebijakan sistem keuangan dan perbankan pascareformasi. Narasi sesat yang bergulir ini akan merusak sistem yang sudah berkembang baik selama ini.

"Kita ingat krisis nilai tukar pada tahun 1998 menghancurkan perbankan yang sangat rapuh ketika itu," katanya.

Namun demikian, ujarnya, krisis merupakan cambuk untuk memberbaiki tatanan perbankan melalui restrukturisasi dan perbaikan arsitektur kelembagaan perbankan agar semakin kuat. Hasilnya cukup baik dan sangat mengesankan.

Baca Juga: Perkara BLBI Seret Harga Saham BCA ke Tepi Jurang, Sempat Longsor 6,16 Persen dalam Sepekan

"Krisis hebat ekonomi global tahun 2008
pasar modal ambruk lebih buruk daripada tahun 1998," katanya.

Menurut Prof Didik, perbankan sudah lebih kuat dan tahan terhadap guncangan krisis tersebut. Krisis Covid 2019 juga menguncang ekonomi dunia, tetap perbankan tetap tegak berdisi, meskipun LAR-nya naik dua kali lipat.

"Begitu Covid usai, perbanknan normal kembali. Kini ada ide sesat, tidak wajar dan bisa dianggap tidak waras untuk mengusik dunia perbankan agar bank swasta diambil alih oleh negara," katanya.***

Tags

Terkini