ekonomi

Direksi BTN Populerkan Istilah 'KPR Subsidi' di Forum Keuangan Dunia Berkelanjutan di China

Selasa, 24 Juni 2025 | 16:54 WIB
PT Bank Tabungan Negara atau BTN mengenalkan KPR Subsidi di ajang United Nations Environment Programme-Finance Initiative di China. (BTN)


KONTEKS.CO.ID - Istilah 'KPR Subsidi' mungkin terdengar asing bagi perbankan mancanegara. 

Nah, untuk mengenalkan beragam inovasi industri di perbankan Indonesia, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mengenalkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi pada ajang United Nations Environment Programme-Finance Initiative (UNEP-FI) Regional Roundtable on Sustainable Finance Asia Pacific di Suzhou, China. 

Dalam forum keuangan berkelanjutan dunia tersebut, KPR Subsidi di Indonesia disampaikan sebagai solusi yang menciptakan manfaat yang luas sambil tetap mampu mendorong pertumbuhan kinerja keuangan yang berkelanjutan.

Baca Juga: Telkom Canangkan Program 100 Hari, Perkuat Ekosistem Digital Nasional dan Daya Saing Global

Direktur Risk Management BTN, Setiyo Wibowo, mengatakan, BTN merupakan bank yang sangat unik di Indonesia. Sebab bank ini tidak hanya membawa misi penting untuk pemenuhan kebutuhan rumah yang terjangkau sesuai program Perumahan Nasional milik Presiden Prabowo Subianto, tapi juga tetap memberikan imbal hasil yang berkelanjutan. 

Padahal, jelas Setiyo Wibowo, dari sekitar 70% kredit konsumer di BTN, sebesar 90% merupakan kredit KPR yang diakses oleh masyarakat berpenghasilan rendah

"KPR Subsidi BTN di Indonesia tidak hanya menjadi solusi atas tantangan kepemilikan rumah yang layak dan terjangkau bagi masyakarat berpenghasilan rendah," katanya pada kegiatan UNEP FI Regional Roundtable on Sustainable Finance di Suzhou, China, Kamis (19/6/2025).

Bagi BTN, lanjut dia, KPR Subsidi juga menjadi salah satu motor penggerak bisnis. Ini membuktikan bahwa nilai sosial dan profitabilitas dapat berjalan beriringan.

Baca Juga: Jejak Kejayaan Oei Tiong Ham: Konglomerat Indonesia yang Pernah Kuasai Seperempat Wilayah Singapura

Dijelaskannya, KPR Subsidi yang disalurkan BTN mempunyai dampak sosial sangat nyata. Misalnya, produk menjadi sarana inklusi keuangan bagi keluarga berpenghasilan rendah. 

Selain itu, dari total KPR BTN secara keseluruhan, sebanyak 61% diakses oleh debitur yang tinggal di pinggiran dan luar kota. Lalu, sekitar 68% debitur KPR BTN merupakan kelompok usia produktif 30 – 60 tahun. 

Kemudian, sebanyak 31% debitur KPR BTN merupakan perempuan yang menunjukkan upaya perseroan mendorong pembiayaan inklusif di mana ada kesetaraan antara laki-laki dan perempuan dalam kepemilikan rumah.

Menurut dia, pengelolaan portofolio secara cermat merupakan kunci untuk menjawab tantangan ganda antara profit dan dampak. 

Baca Juga: 100 Film Kungfu Bruce Lee hingga Jackie Chan Direstorasi Pakai AI, Termasuk 'Fist of Fury'

Pihaknya terus mengembangkan praktik manajemen risiko yang adaptif seiring dengan meningkatnya risiko iklim seperti banjir dan kebakaran.

“Kami terus mengoptimalkan portofolio agar tidak hanya menghasilkan keuntungan, tetapi juga memperkuat kontribusi sosial dan meminimalkan risiko iklim. Profit dan impact harus berjalan beriringan,” ucap Setiyo.

Wajah Transformasi Bank BTN

Sementara itu, transformasi BTN dalam keuangan berkelanjutan telah dimulai sejak 2023. Tahapannya dimulai dengan mengimplementasikan Impact Analysis berdasarkan UNEP FI Principles for Responsible Banking (PRB), serta membangun kerangka kerja Environmental, Social, and Governance (ESG) yang komprehensif. 

Baca Juga: Pendaki Asal Brasil yang Jatuh ke Jurang di Gunung Rinjani Dilaporkan Meninggal Dunia, Ini Upaya yang Dilakukan Tim SAR

Tujuannya, agar bisnis BTN beriringan antara laba dan prinsip ramah lingkungan serta sosial.

Dengan langkah strategis ini, Perseroan juga menjadi bank BUMN pertama di Indonesia yang menandatangani UNEP FI PRB dan melaporkan progres tanggung jawab perbankan secara terbuka. 

Melalui kerangka ini, BTN pun mulai mengembangkan program Rumah Rendah Emisi. Program ini menjadi salah satu langkah untuk memperkecil jejak karbon dari sisi infrastruktur.

"Melalui Rumah Rendah Emisi, BTN berupaya memberikan jawaban untuk mengurangi krisis iklim, memenuhi mandat sosial, sambil tetap menghasilkan laba positif," pungkasnya. ***

Tags

Terkini